Konsep expansible house atau rumah tumbuh. Foto: Podomoro Park
Konsep expansible house atau rumah tumbuh. Foto: Podomoro Park

Konsep Rumah Tumbuh Jadi Incaran Konsumen

Rizkie Fauzian • 30 Juli 2021 13:49
Bandung: Dalam era adaptasi kebiasaan baru, kebutuhan akan hunian berubah. Masyarakat lebih banyak menghabiskan waktu di rumah sehingga membutuhkan lingkungan yang sehat dan konsep rumah yang nyaman.
 
Salah satu konsep hunian sehat yang menjadi incaran konsumen adalah rumah tumbuh. Beberapa pengembang membangun proyek dengan konsep rumah tumbuh, salah satunya Podomoro Park Bandung.
 
"Nuansa alam yang menenangkan sangat mendominasi sehingga dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan imun," ujar Marketing General Manager Podomoro Park Bandung Tedi Guswana dalam keterangan tertulis, Jumat, 30 Juli 2021.

Kawasan seluas 130 hektare, setengah areanya merupakan kawasan hijau. Hunian dengan konsep tumbuh dihadirka lewat klaster terbaru yakni klaster Sadyagriya.
 
"Kebutuhan dan animo masyarakat terhadap hunian modern makin tinggi. Itulah sebabnya kami menghadirkan produk inovatif yang konsepnya berbeda dari biasanya yakni rumah tumbuh ke bawah," kata Tedi. 
 
Dia menjelaskan bahwa memang telah terjadi kecenderungan minat konsumen terhadap rumah yaitu hunian yang lebih sehat dan modern. Saat ini pihaknya menghadirkan konsep expansible house atau rumah tumbuh. 
 
"Ini merupakan rumah tumbuh ke bawah pertama di Indonesia, yang memungkinkan pemiliknya mendesain lantai satu rumah sesuai kebutuhan khususnya di masa pandemi," ungkapnya. 
 
Tren rumah tumbuh ke bawah ini juga memberikan ruang yang lebih luas untuk aktivitas penghuni yang kini lebih banyak di rumah. Terutama di masa pandemi semua kegiatan seperti bekerja dan sekolah berpindah ke rumah. 
 
"Semua aktivitas tersebut dituntut untuk dapat dilakukan di rumah seperti work from home dan study from home. Untuk itu rumah yang dapat beradaptasi dengan aktivitas yang cepat berubah ini adalah konsep rumah tumbuh," ujarnya. 
 
Adapun, rumah tumbuh di klaster Sadyagriya ini dibangun dengan konsep dua lantai, di mana penghuni dapat berkreasi untuk mendesain area lantai satu sesuai dengan keinginan dan kebutuhan.  
 
"Penghuni bisa berkreasi membangun area open space, ruang kerja, dan ruang belajar. Selain itu, penghuni juga dapat menjadikan lahan open space tersebut untuk dijadikan sebagai studio, dapur, galeri, dan lain sebagainya sesuai kebutuhan," katanya.
 
Klaster Sadyagriya memiliki tiga tipe yakni Amala Eka (6 x 15 m), Amala Tri (6 x 17 m), dan Amala Catur (6 x 18 m). Untuk ukuran bangunan yang cukup luas ini, rumah tumbuh Sadyagriya dijual seharga mulai dari Rp1,6 miliar. 
 
Selain transaksi secara langsung, pembelian juga dapat dilakukan secara daring lewat transaksi Booking From Home, sehingga konsumen tidak perlu datang ke lokasi. 
 
"Konsep rumah tumbuh ke bawah ini juga memungkinkan penghuni untuk merenovasi lantai 1 tanpa harus pindah rumah, karena bisa memanfaatkan lantai 2 sebagai rumah tinggal," ujar Tedi. 
 
Tidak hanya hunian, ada juga fasilitas untuk mendukung aktivitas dan mobilitas penghuni, seperti clubhouse. Podomoro Park juga menawarkan pilihan klaster lainnya
seperti klaster premium Brahmapuri dengan view danau. Ada juga klaster premium lainnya yakni Fashagriya dengan konsep hunian flower garden yang menyegarkan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan