Rumah Mewah Lesu, Rumah Menengah Masih Diburu
Seorang wiraniaga menjelaskan proyek perumahan mewah yang sedang dibangun di Palembang kepada seorang calon pembeli dalam sebuah pameran di sela Asian Games 2018 Palembang. Antara Foto/Fenny Selly
Jakarta: Secara umum laju pertumbuhan bisnis sektor properti masih kecil, teruma segmen mewah. Meski demikian, hunian properti untuk segmen menengah dengan kisaran Rp 500 juta hingga Rp 1 miliar masih menunjukkan tren yang positif.

Hal tersebut dapat terlihat dari data Bank Indonesia (BI) pada kuartal pertama di 2018. Data tersebut menunjukkan penjualan residensial meningkat sekitar 6,85 persen.


"Data ini juga sejalan dengan hasil survei yang dilakukan oleh Lamudi. Pada 2018 pencari properti meningkat sekitar 40 persen jika dibandingkan 2017 dengan mayoritas profil pencari adalah pembeli rumah pertama," kata Managing Director Lamudi Indonesia, Mart Polman dalam keterangan tertulis.

Fenomena tersebut dikuatkan Direktur Metropolitan Land, Olivia Surodjo. Para calon  pembeli pertama fokus kepada rumah-rumah kelas menengah ke bawah yang harga serta nilai cicilannya terjangkau pendapatan mereka.

"Kalau menengah ke bawah, secara overall efeknya tidak ada hubungannya dengan kondisi ekonomi. Selama harga dan cicilannya terjangkau, permintaan (rumah menengah-bawah) pasti ada," jelasnya.


Menurutnya kondisi sektor properti saat ini berbeda dengan lima tahun lalu. Saat itu, kondisi properti segmen menengah atas maupun bawah masih dalam tren positif di saat segmen atas sedang lemah.

"Segmen menengah atas tidak semudah dahulu, sekarang lebih slow down. Tapi bukan berarti tidak ada transaksi," ungkap Olivia.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id