Rumah khusus (rusus) bagi nelayan di Sulawesi Utara. (Foto: dok: Kementerian PUPR)
Rumah khusus (rusus) bagi nelayan di Sulawesi Utara. (Foto: dok: Kementerian PUPR)

132 Unit Rumah Nelayan Dibangun di Sulawesi Utara

Properti sejuta rumah
Rizkie Fauzian • 01 April 2019 13:29
Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun rumah khusus (rusus) bagi nelayan di Sulawesi Utara. Pembangunan rusus sebagai upaya pemerintah meningkatkan ketersediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
 
Rusus nelayan di bangun di Kelurahan Matani Satu, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, dengan anggaran Rp5,35 miliar dan rusus di Kelurahan Motongkad Kecamatan Nuangan Kabupaten Bolmong Timur dengan anggaran Rp5,39 miliar.
 
Masing-masing rusus dibangun 50 unit rumah type 28 yang telah dilengkapi PSU, seperti jalan lingkungan, drainase, listrik, dan air yang diharapkan meningkatkan kenyamanan penghuni. Pembangunan rusus bertujuan agar nelayan memiliki rumah layak huni dan mengatasi kawasan kumuh di pesisir laut.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain untuk nelayan, Kementerian PUPR juga membangun 32 unit rusus bagi masyarakat di Pulau Siau, Kabupaten Siau Taguladang Biaro dengan biaya Rp7,4 miliar.
 
Selain itu, Kementerian PUPR juga membangun rusun bagi mahasiswa, pelajar, santri, dan pekerja, termasuk para Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI dan Polri. Salah satunya, di Provinsi Sulawesi Utara di mana telah selesai dibangun pada tahun 2018 sebanyak empat rusun dan 132 rumah khusus (rusus).
 
Empat rusun yang selesai dibangun adalah rusun pekerja di Kelurahan Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa, rusun ASN di Kelurahan Ronotana, Kecamatan Sario, Kota Manado, rusun IAIN Manado, dan rusun Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT).
 
"Pembangunan rusun maupun rusus merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah layak huni bagi MBR, mahasiswa, pelajar, santri, ASN, TNI/Polri, dan nelayan maupun petugas di daerah perbatasan dan pulau terpencil," ucap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Senin, 1 April 2019.
 
Rusun pekerja di Kelurahan Kembuan, Kecamatan Tondano Utara, Kabupaten Minahasa dibangun setinggi tiga lantai dengan jumlah 42 unit tipe 36. Anggaran pembangunan rusun sebesar Rp13,3 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor PT Sumber Alam Sejahtera.
 
Kemudian, Rusun ASN di Kelurahan Ronotana, Kecamatan Sario, Kota Manado dibangun empat lantai dengan jumlah 58 unit tipe 36. Pembangunan rusun membutuhkan anggaran sebesar Rp16,5 miliar dengan kontraktor pelaksana PT Robinson Maju Bersama.
 
Pembangunan rusun bagi ASN dilakukan karena banyak ASN yang belum memiliki hunian yang layak. “Ketersediaan hunian akan mendukung ASN dalam melaksanakan tugasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.
 
Penyediaan rusun juga bertujuan mendukung SDM di Sulut melalui pembanguan rusun mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) di Kelurahan Malendeng, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado. Rusun dibangun empat lantai dengan 50 unit tipe 24 yang dikerjakan PT Malta Cemerlang Abadi dengan anggaran Rp11,6 miliar.
 
Kemudian, Rusun Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) di Kota Tomohon dibangun 3 lantai dengan jumlah 37 unit tipe 24. Biaya pembangunan sebesar Rp10,8 miliar.
 
Rusun yang dibangun telah dilengkapi dengan listrik, air, prasarana sarana dan utilitas (PSU) Lanskap, serta furnitur seperti tempat tidur bertingkat beserta kasur dan lemari pakaian.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA18:59

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif