<i>Sttt..</i>. Sewa di Wisma Atlet Cuma <i>Sejutaan</i>
Interior wisma atlet Kemayoran. Per unit luasnya 36 meter persegi dengan dua kamar tidur. MI/Pius Erlangga
Jakarta:Usai pelaksanaan Asian Paragames 2018, Wisma Atlet Kemayoran akan beralih fungsi menjadi rumah susun sewa (rusunawa). Rusunawa yang ditujukan bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah itu tarif sewanya sepertiga dari Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta.

"Itu tandar tarif sewa berdasar peraturan menteri, yaitu setinggi-tingginya sepertiga dari UMP. Ya jadi sekitar Rp 1 jutaan," ungkap Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Moch. Yusuf Hariagung di kantor pusat Bank BTN, Jl Gajahmada, Jakarta, Kamis (13/9/2018).


Mengingat tarif sewa yang relatif murah bila dibandingkan lokasinya, akan ada seleksi bagi calon penyewa. Tujuannya adalah agar yang bertempat tinggal di sana adalah benar-benar warga yang berpenghasilan rendah (MBR). Termasuk dalam kelompok ini adalah aparatur negara dan anggota TNI/Polri berpangkat rendah.

"Setelah itu nanti ada perjanjian sewa-menyewa antara pengelola yang dibentuk oleh Setneg, jadi ada badan pengelola yang melaksanakan pengelolaan wisma atlet," sambung Yusuf.


Perubahan tarif



Di sisi lain juga kemungkinan tarif sewa yang Rp 1 jutaan per bulan itu akan diubah Sekretaris Negara (Setneg) selaku pemilik sekaligus pengelola. Acuannya adalah Pasal 27 Peraturan Menteri (Permen) Nomor 1/2018 tentang Bantuan Pembangunan dan Pengelolaan Rumah Susun.

"Bisa jadi keterjangkauan masyarakatnya kurang, seperti di Rawa Bebek hanya Rp 740-an per bulan. Buat biaya operational dan maintenance bisa disubsidi Pemprov DKI Jakarta. Tapi kalau ini, ya setneg yang subsidi kekurangan biaya maintenance," jelas Yusuf.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id