Aspal Dicampur Karet, Jalan Makin Awet
Pekerjaan pengerasan bada jalan Muara Beliti – Tebing Tinggi – Lahat sepanjang 125 Km dengan anggaran sebesar Rp 30,55 miliar. dok. Kemeterian PUPR
Jakarta:Penambahan karet alam sebagai campuran aspal mampu meningkatkan kualitas perkerasan permukaan dan ketahanan alur badan jalan. Selain itu, penggunaannya juga membantu penyerapan karet rakyat.

"Penggunaan aspal karet untuk pengaspalan jalan sudah dilakukan di beberapa lokasi, di antaranya Sumatera Selatan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Rabu (28/11/2018).


Penggunaan karet sebagai bahan campuran aspal dimulai dari pemrosesan di Pusat Penelitian Karet di Bogor yang mampu memproduksi karet lateks 1,6 ton per hari. Kemudian dilakukan pencampuran karet tervulkanisir di tempat curah aspal di Lampung.

Selanjutnya karet tersebut didistribusikan ke aspal mixing plant di Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang dan dilakukan kegiatan pencampuran. Selanjutnya aspal karet siap dihamparkan.



Uji coba penggunaan aspal karet telah dilakukan pada pelapisan ulang jalan di Lido, Sukabumi, Jawa Barat dengan kandungan karet alam sebesar 7 persen. Dalam satu ton campuran beraspal panas dapat dimanfaatkan kurang lebih sebanyak 4,2 kilogram karet alam.

Pada 2018-2019, Kementerian PUPR melaksanakan pengerasan bada jalan Muara Beliti – Tebing Tinggi – Lahat sepanjang 125 Km dengan anggaran sebesar Rp 30,55 miliar. Dari total panjang tersebut, terdapat 5,3 Km yang menggunakan aspal karet dengan ketebalan 4 cm.
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id