Kenaikan harga rumah dipengaruhi bahan bangunan. Foto: Kementerian PUPR
Kenaikan harga rumah dipengaruhi bahan bangunan. Foto: Kementerian PUPR

Bahan Bangunan dan Fasilitas Umum Kerek Harga Rumah

Properti investasi properti bank indonesia perumahan bisnis properti
Rizkie Fauzian • 11 November 2019 14:09
Jakarta: Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia mengindikasikan pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer pada triwulan III-2019 masih terbatas.
 
Hal tersebut tercermin dari Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan III-2019 yang tumbuh 0,50 persen (qtq) dibandingkan dengan 0,41 persen (qtq) pada triwulan sebelumnya.
 
Kenaikan harga properti terutama disebabkan naiknya harga bahan bangunan dan penambahan fasilitas umum pada perumahan yang dibangun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara triwulan, pertumbuhan harga properti terjadi pada tipe rumah menengah dan besar masih relatif rendah meskipun sedikit menguat pada triwulan sebelumnya.
 
Pada triwulan III-2019, harga rumah tipe menengah naik 0,16 persen menjadi 0,30 persen, rumah tipe besar meningkat 0,10 persen menjadi 0,24 persen sedangkan tipe rumah kecil relatif stabil sekitar 0,97 persen.
 
Sementara itu berdasarkan wilayah kenaikan harga properti residensial terjadi hampir pada seluruh kota yang disurvei. Namun yang tertinggi berada di kota Medan 3,06 persen.
 
SHPR merupakan survei triwulanan yang dilakukan terhadap sampe pengembang proyek perumahan di 16 kota yakni Jabodetabek dan Banten.
 
Kemudian, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Manado, Makasar, Denpasar, Pontianak, Banjarmasin, Bandar Lampung, Palembang, Padang, Medan, Batam, dan Balikpapan.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif