KPR Masih Favorit Pembeli Rumah
Poster proyek perumahan murah di sebuah pameran properti di Semarang. file/Antara Foto/Rekotomo
Jakarta: Penyaluran KPR dan KPA pada triwulan terakhir 2017 tercatat mengalami peningkatan. Peningkatan ini sejalan meningkatnya penjualan unit rumah murah yang pemerintah gelar di berbagai daerah.

Demikian hasil Survey Harga Properti Residensial (SHPR) triwulan IV 2017 sebagaimana dikutip dari situs resmi Bank Indonesia (BI), Senin (9/2/2018). Nilai total KPR dan KPA pada periode tersebut tercatat Rp 408 triliun, naik 4,17 persen dari triwulan sebelumnya. Sementara total kredit perbankan naik 4,13 persen.


Hasil survei yang BI lakukan dari sisi konsumen menyebutkan bahwa fasilitas KPR masih menjadi pilihan utama dalam transaksi pembelian properti. Sebanyak 75,93 persen pembelian menggunakan KPR. Sedangkan konsumen yang memilih skema pembayaran tunai bertahap sebesar 16,77 persen.

Survey juga mencatat bahwa ebagian besar responden berpendapat faktor utama yang dapat menghambat pertumbuhan bisnis properti adalah tingginnya suku bunga KPR. Pada saat survey dilakukan bunga KPR yang diberikan perbankan berkisar antara 9,64 persen hingga 12,52 persen di triwulan IV-2017.
 
Selain suku bunga, tingginya uang muka, pajak, lamanya perizinan, serta kenaikan harga bahan bangunan menjadi penghambat pertumbuhan bisnis properti.


 



(LHE)