Akses rumah murah terus diperluas
Suasana penyampaian pidato keneragaan HUT ke-73 oleh Presiden Joko Widodo dalam Sidang Bersama DPR-DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (16/8/2018). Antara Foto/Hafidz Mubarak
Jakarta: Rumah merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi warga. Selain sebagai tempat tinggal juga aset berharga. Pemerintah menjanjikan keberpihakan kepada rakyat melalui program sejuta rumah.

"Untuk memenuhi salah satu kebutuhan dasar rakyat, pemerintah juga memperluas akses perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Presiden Joko Widodo dalam Pidato Kenegaraan HUT ke-73 RI dalam sidang bersama DPR/MPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/7/2018).


Sejak pencanangannya pada 29 April 2015, program Sejuta Rumah belum memenuhi target pengadaan 1 juta rumah per tahun. Sepanjang 2017 baru berhasil dibangun 904 ribu rumah. Tahun ini target tahunan ini diyakini dapat ditembus.

"Pemerintah telah memfasilitasi kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui dana bergulir, subsidi bunga, bantuan uang muka dan insentif perpajakan," kata Presiden Jokowi.


Suasana di rusunawa Keudah, Aceh. Pembangunan rumah susun di berbagai kota oleh Kementerian PUPR ini merupakan bagian program Satu Juta Rumah. Rusunawa juga dibangun untuk nelayan, aparatur negara, prajurit TNI/Polri hingga santri. Antara Foto/Irwansyah

Backlog berkurang

Pemerintah juga menargetkan backlog perumahan berkurang menjadi 5,4 juta rumah pada 2019. Jumlah tersebut terus berkurang dari tahun ke tahun dengan berbagai kebijakan yang memudahkan akes bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dapat memiliki rumah.

Backlog telah berkurang dari 11,4 juta menjadi 7,6 juta pada 2015. "Maka target 5,4 juta pada 2019 tentunya bisa dicapai," kata Dirjen Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR Lana Winayanti, Selasa (14/8/2018).

Besaran saluran dana yang dikeluarkan pemerintah juga akan berkurang, sehingga turut berdampak terhadap pendistribusian rumah subsidi hingga mencapai 60 ribu unit.

"Salurannya kan sebetulnya kalau dana FLPP sendiri ada 42 ribu. Kemudian dengan naiknya porsi dari bank jadi 25 persen, kan porsi pemerintah turun 75 persen. Kita harapkan itu bisa menaikkan jadi 60 ribu," papar Lana.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id