BP Tapera bakal dongkrak pembiayaan perumahan. Foto: Shutterstock
BP Tapera bakal dongkrak pembiayaan perumahan. Foto: Shutterstock

BP Tapera Bakal Dongkrak Pembiayaan Perumahan

Properti rumah perumahan ruu tapera
Rizkie Fauzian • 03 Juni 2020 19:46
Jakarta: Sektor pembiayaan perumahan diperkirakan kian terdongkrak usai ditandatanginya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).
 
Direktur Pusat Studi Properti Indonesia Panangian Simanungkalit mengatakan langkah pemerintah membentuk BP Tapera bakal ikut menopang sendi-sendi perekenomian. Pasalnya, program anyar ini akan mendongkrak pembiayaan perumahan.
 
"Nantinya para peserta program Tapera juga bisa mengajukan pembiayaan perumahan lewat perbankan yang mengelola dana program ini, sehingga cepat atau lambat (BP Tapera) pasti bisa mendongkrak pembiayaan perumahan," ujar Panangian di Jakarta, Rabu, 3 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Panangian menilai besaran iuran Tapera dari potongan gaji pekerja pun masih masuk akal. Pasalnya, para pekerja bakal menerima manfaat yang lebih besar yakni memiliki rumah. kata Panangian.
 
"Kita harus belajar dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia (memberikan hunian bagi masyarakatnya), karena ini membangun keseimbangan sebenarnya, membangun masyarakat yang adil. Ini untuk mensejajarkan Indonesia dengan berbagai negara," papar dia.
 
Panangian melanjutkan untuk mengelola dana yang dikumpulkan dari peserta, tentu BP Tapera akan menggandeng perbankan Tanah Air. Seluruh perbankan tersebut memiliki potensi untuk mengelola dana Tapera.
 
Namun, Bank Tabungan Negara (BTN) akan mengelola dana tersebut dengan porsi yang paling besar, lantaran bank BUMN tersebut memang fokus bisnisnya dalam pembiayaan perumahan.
 
"BTN keunggulannya memang memanufaktur, mem-package, dia sudah terbiasa puluhan tahun mem-package KPR untuk menengah ke bawah. BTN menang pengalaman," jelasnya.
 
Usai diumumkannya penyelenggaraan Tapera sesuai dengan PP Nomor 25 Tahun 2020, harga saham BTN sempat naik hingga 21,05 persen ke level harga Rp920 per saham.
 
Bahkan saham BTN juga sempat terbang ke level tertingginya yakni Rp940 per saham atau kenaikan sebesar 23,68 persen mendekati batasan harga Auto Reject Atas (ARA) 25 persen.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif