Tokyo Camii, dari Ottoman untuk Jepang
Masjid yang menampung hingga 1.200 jamaah tersebut pembangunannya menghabiskan 1,5 miliar yen. AFP Photo/Yoshikazu Tsuno
Tokyo:Meskipun bukan negara mayoritas beragama islam, Jepang ternyata memiliki beberapa masjid yang indah. Salah satunya adalah Tokyo Camii dan Turkish Culture Center.

Tokyo Camii merupakan masjid terbesar di Jepang dan terletak di pusat distrik bisnis Shibuya. Lokasinya yang strategis membuatnya masjid ini banyak dikunjungi para wisatawan muslim yang berada di Jepang.


Masjid yang berdaya tampung hingga 1.200 orang tersebut pembangunannya menelan biaya Yen 1,5 miliar. Meski berada di Jepang, desain masjid ini kental dengan kekaisaran Ottoman yang mengingatkan pada Masjid Biru yang terkenal di Istanbul, Turki.

Arsitektur


beautifulmosque.com

Desain masjid-masjid yang ada di Jepang memang tidak umum karena membaur dengan pemukiman sekitar. Masjid Tokyo Camii dirancang oleh seorang arsitektur bernama Muharrem Hilmi Senalp. Konsep pembangunan masjid ini geometrikal namun dipadukan dengan sentuhan arsitektur islam.

Mengambil desain Ottoman, material yang digunakan juga asli Turki. Berbagai ornamen dan hiasan, bahkan marmer dan para pengrajinnya didatangkan langsung dari Turki.

Memiliki luas 734 meter persegi, Masjid Tokyo Camii punya satu lantai basement dan tiga lantai di atas tanah. Total luas lantai 1.477 meter persegi. Kubah utamanya berdiameter 23,25 meter dengan hiasan kaligrafi di dalamnya.

Bangunan masjid ini juga dilengkapi dengan enam pilar besar yang begitu mewah.  Desain pada pintu utama juga banyak menarik perhatian karena terdapat tulisan kaligrafi ciri khas islam. Lantai dua merupakan tempat shalat.

Sedangkan lantai pertama berisi pusat kebudayaan Turki dan ruang serba guna yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan termasuk upacara pernikahan. Kabarnya di masjid inilah upacara pernikahan artis Maia Estianty dengan pengusaha Irwan Mussry dilangsungkan secara eksklusif pada Senin (29/10/2018) lalu. 


Sejarah


jnto.com

Pada 1917, beberapa komunitas Turki bermigrasi ke berbagai wilayah dunia. Kazan Turki, yang telah bermigrasi ke Tokyo mendirikan sebuah komunitas yang disebut "Mahalle-i ?slamiye" (yaitu Distrik Islam) yang dipimpin Abdulhay Kurban Ali dan Abdurre?id ?brahim dan membangun sekolah pada 1938.

Masjid Tokyo Camii dibangun pada 12 mei 1938 oleh Bashkir dan Tatar yang merupakan imigran dari Rusia. Pembangunan masjid ini disponsori imam Masjid Tokyo pertama bernama Abdurresid Ibrahim dan Abdulhay Kurban Ali.

Komunitas Islam Turki di Jepang membangun Tokyo Camii sebagai media pemersatu umat Islam di Jepang dan menandai diterimanya agama Islam di Jepang. Pada 1986, pembangunan masjid ini tertunda. Masjid kemudian dibangun kembali pada 1998 dan baru selesai pada Juni 2000.


    

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id