Pemerintah berencana menyesuaikan harga rumah subsidi. (Foto: MI/Adam DP)
Pemerintah berencana menyesuaikan harga rumah subsidi. (Foto: MI/Adam DP)

Rencana Kenaikan Harga Rumah Subsidi Dinilai Tak Tepat

Properti program sejuta rumah
Annisa ayu artanti • 28 Februari 2019 08:13
Jakarta: Pemerintah berencana menyesuaikan harga rumah subsidi. Hingga kini, pembahasan kenaikan harga masih menunggu keputusan Kementerian Keuangan.
 
Rencana tersebut menimbulkan pro dan kontra beberapa kalangan. Salah satunya Konsultan Properti, PT Savills Consultan Indonesia, memandang keputusan pemerintah untuk menaikkan harga rumah subsidi tidak tepat.
 
"Menurut saya jangan sekarang deh. Nanti kalau marketnya sudah bagus, kalau kondisinya sudah benar-benar pulih, jadi kalau ada kenaikan-kenaikan harga ya boleh lah," kata Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus, di kantornya di Jakarta, Rabu, 27 Februari 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain semakin membebani masyarakat yang ingin memiliki tempat tinggal, kenaikan harga rumah subsidi juga menuai pertanyaan. Anton menyangsikan alasan pemerintah menaikkan harga rumah subsidi tersebut.
 
Pemerintah beralasan menaikkan harga rumah subsidi karena biaya produksi rumah terus meningkat dan persoalan tanah perumahan cukup runyam.
 
"Kalau menurut saya itu bukan sebagai masalah. Subsidi itu kan rumah murah ya. Pemerintah mau naikin apanya sih?” ucapnya.
 
Anton juga mengkritisi, apakah kenaikan harga rumah tersebut memberikan keuntungan bagi pemerintah. "Kalau dinaikkan apakah keuntungannya akan besar? Apakah itu sebanding terhadap image masyarakat kepada pemerintah? Saya rasa enggak signifikan," ucapnya.
 
Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid sebelumnya mengatakan, rencana kenaikan harga rumah subsidi tersebut dianggap tidak akan memengaruhi daya beli masyarakat dan target program sejuta rumah. “Setiap lima tahun kita memang mengevaluasi harga rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)," tuturnya.
 
Menurutnya, usulan kenaikan harga tahun ini untuk masa transisi 2019-2020, bukan karena ada permintaan dari sejumlah asosiasi terkait saja. Pertimbangannya juga karena harga lahan terus merangkak naik.
 
"Kami sudah mempertimbangkan pula terhadap keterjangkauan konsumen masyarakat berpenghasilan rendah dengan nilai upah minimum regional yang bertambah setiap tahun," katanya. Justru penaikan harga itu diharapkan mampu mendongkrak capaian target perumahan pemerintah.
 

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif