Perpanjangan diskon PPN hanya selama enam bulan . Ilustrasi: Shutterstock
Perpanjangan diskon PPN hanya selama enam bulan . Ilustrasi: Shutterstock

Perpanjangan PPN Hanya 6 Bulan, Bagaimana Manfaatnya bagi Penjualan Properti?

Properti Bisnis Properti PPN rumah Rumah bebas PPN Penjualan rumah Insentif PPN DTP
Rizkie Fauzian • 18 Januari 2022 14:59
Jakarta: Pemerintah akhirnya secara resmi telah mengumumkan perpanjangan pemberlakuan stimulus Pajak Pertambahan Nilai ditanggung pemerintah (PPN DTP) hingga 30 Juni 2022. Meskipun perpanjangan hanya berlangsung selama enam bulan dan sebesar 50 persen, namun ini merupakan kado tahun baru bagi industri properti di Tanah Air dan menjadi harapan untuk lebih baik ke depan.
 
Country Manager Rumah.com Marine Novita menjelaskan Rumah.com menyambut baik keputusan pemerintah yang melakukan perpanjangan pemberian insentif PPN properti selama enam bulan ke depan. Perpanjangan insentif ini diharapkan bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan tren pertumbuhan pasar properti yang sudah cukup membaik selama setahun terakhir ini.
 
Stimulus Pemerintah berupa DP Nol Persen dan relaksasi PPN properti yang diluncurkan tahun lalu terbukti memberi pengaruh signifikan terhadap perputaran ekonomi di sektor properti. Berdasarkan data Real Estate Indonesia (REI), insentif pemerintah sangat berdampak besar pada penjualan properti. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bagi pengembang yang memiliki hunian ready stock ini mengalami peningkatan penjualan 30 persen hingga 50 persen dari stimulus PPN," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasam 18 Januari 2022.
 
Oleh karena adanya efek positif yang dihasilkan, kedua stimulus tersebut pun diperpanjang pemerintah. Insentif pembebasan PPN properti diperpanjang hingga Desember 2021 dan kemudian diperpanjang sampai dengan Juni 2022. 
 
Sementara perpanjangan kebijakan uang muka alias DP nol persen diteruskan sampai Desember 2022. Perpanjangan stimulus ini tentu bertujuan agar transaksi properti dapat meningkat sehingga membantu pemulihan ekonomi nasional.
 
"Bagi Rumah.com, berbagai stimulus pemerintah pada 2022 juga mempengaruhi volume pencarian rumah oleh para calon pembeli rumah," ungkap Marine.
 
Pencarian properti di Rumah.com meningkat sebesar 37 persen sepanjang 2021 walaupun tentunya ini juga disebabkan oleh berbagai faktor, tidak hanya adanya stimulus pemerintah misalnya meningkatnya kesadaran dan minat terhadap hunian akibat pandemi, serta semakin dikenalnya penggunaan portal properti dalam pencarian rumah.
 
Ketergantungan pada portal properti memang meningkat selama pandemi covid-19. Hal ini sebagaimana hasil survei Rumah.com Consumer Sentiment Study H2 2021, dimana lebih dari separuh masyarakat Indonesia atau 56 persen responden survei kini lebih mengandalkan portal properti dalam mencari hunian idaman mereka. 
 
"Perlu juga dicermati apakah insentif PPN DTP merupakan bentuk keringanan yang paling tepat. Mengingat kebijakan ini hanya berlaku bagi rumah baru dan rumah siap huni sehingga makin mempersempit cakupan manfaat insentif tersebut. Di sisi lain masih ada persepsi masyarakat terhadap suku bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dianggap masih tinggi," jelas Marine. 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif