Pengembang rumah murah terkena imbas pandemi. Foto: Kementerian PUPR
Pengembang rumah murah terkena imbas pandemi. Foto: Kementerian PUPR

Terdampak Pandemi, Pengembang hanya Bangun 3.000 Rumah Subsidi

Properti investasi properti perumahan bisnis properti rumah tapak Investasi Rumah
Antara • 06 Agustus 2020 11:46
Pontianak: Real Estate Indonesia (REI) Kalimantan Barat hanya membangun 3.000 unit rumah subsidi tahun ini. Hal tersebut karena imbas pandemi covid-19.
 
"Semula kami merencanakan akan membangun 6.300 unit rumah. Namun karena kondisi wabah covid-19 maka rencana pembangunan di evaluasi kembali menjadi sekitar 3.000-an unit," ujar
Ketua REI Kalimantan Barat Isnaini, Kamis, 6 Agustus 2020.
 
Padahal, kata Isnaini, cadangan lahan dimiliki dapat membangun sekitar 44.412 unit rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kembali karena kondisi pandemi ini berdampak pada terjadinya resesi ekonomi mempersulit investasi di bidang properti," ungkap Isnaini.
 
Ia menyebutkan bahwa bisnis properti melibatkan sekitar 170 jenis usaha lain yang ikut terbantu dalam kegiatan usaha yang dijalankan, seperti usaha material bangunan, peralatan instalasi listrik, dan lain-lain.
 
"Kita telah melakukan pertemuan juga dengan pihak terkait, termasuk PLN. Melalui pertemuan ini kami berharap dapat bersinergi dan menjalin kerja sama dengan PLN dalam mencari solusi atas permasalahan yang sering dihadapi oleh REI, khususnya yang terkait dengan layanan kelistrikan," kata dia.
 
Sementara itu PLN Kalbar tetap berkomitmen dukung pertumbuhan bisnis properti di Kalbar. Hal itu ditegaskan GM PLN Kalbar Ari Dartomo saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus REI Kalbar di kantornya.
 
Menurutnya, sistem kelistrikan di Kalbar khususnya sistem Khatulistiwa saat ini dalam kondisi yang kondusif, artinya cukup untuk mendukung pertumbuhan dunia usaha dan investasi.
 
"Dukungan yang kami berikan tentunya disesuaikan dengan kondisi anggaran serta kebijakan yang dikeluarkan oleh perusahaan," tegas Ari.
 
Diakuinya, kondisi pandemi covid-19 menyebabkan PLN harus mengevaluasi kebijakan yang terkait dengan investasi dan pemasaran.
 
"Untuk itu kita akan membuat media corner yang dapat dijadikan sebagai sarana diskusi antara PLN dengan pelaku bisnis properti sehingga dapat bersinergi dan saling bertukar informasi terkait layanan kelistrikan," kata Ari.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif