Pengelola apartemen antisipasi penyebaran virus korona. Foto: Shutterstock
Pengelola apartemen antisipasi penyebaran virus korona. Foto: Shutterstock

Cara Pengelola Apartemen Antisipasi Virus Korona

Properti virus korona apartemen bisnis properti
Antara • 03 Februari 2020 11:51
Jakarta: Perusahaan konsultan pengelolaan properti Inner City Management (ICM) menyiapkan berbagai langkah untuk mencegah potensi penyebaran virus korona di apartemen yang dikelolanya.
 
Chief Operating Officer ICM Krisdiarto Adipranoto mengatakan saat ini sekitar 40 lokasi apartemen dikelola ICM, yang sebagian di antaranya dihuni warga negara asing.
 
"Saat ini terdapat sekitar 40 site apartemen yang dikelola, yang di dalamnya terdapat banyak warga negara asing dan penghuni yang sering berpergian ke luar negeri, termasuk ke Tiongkok," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin, 3 Februari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain memperketat pengawasan terhadap orang dari dan menuju Tiongkok di bandara dalam negeri dengan menyediakan alat pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner), pemerintah juga gencar melakukan sosialisasi tentang pencegahan dan penanganan korban yang positif terinfeksi.
 
Menurut Krisdiarto, berbagai langkah dilakukan ICM untuk mendukung berbagai upaya pemerintah tersebut. Saat ini, ICM secara proaktif menjalankan program antisipasi dan pencegahan penyebaran virus korona di lingkungan properti kelolaan.
 
Program tersebut melibatkan semua departemen, terutama yang bertugas di bagian terdepan (frontliner) yakni receptionist, customer service, dan security, ICM telah memiliki prosedur standar operasional penanganan virus.
 
Berdasarkan prosedur yang ada, terdapat beberapa langkah yang dilakukan. Pertama, melakukan identifikasi data hunian, terutama penghuni yang berasal atau baru kembali dari Tiongkok.
 
Kedua, melakukan sosialisasi tentang virus korona via Channel 1 (televisi lokal apartemen) dan majalah dinding. Ketiga, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
 
Dalam melakukan sosialisasi, kata Krisdiarto, ICM berpedoman pada sumber-sumber resmi, seperti situs Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kementerian Kesehatan, dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
 
ICM juga telah menyiapkan perlengkapan yang perlu untuk mencegah dan menangkal virus korona di setiap apartemen, di antaranya infrared thermometer, masker, dan cairan antiseptik. Semua petugas di frontliner juga telah diberikan pelatihan penggunaan alat serta prosedur penanganan di lapangan.
 
"Jika ada tamu datang, khususnya dari luar negeri akan dilakukan pengukuran suhu tubuh, kalau ada gejala flu, maka akan diberikan masker, agar tidak ada penyebaran virus. Jika ada yang terindikasi, kami akan membawa ke rumah sakit rujukan penanganan virus korona yang ditetapkan pemerintah," ujar Krisdiarto.
 
Agar lebih terkoordinasi, ICM juga mendirikan posko pencegahan virus korona per kawasan yang dipimpin seorang manajer apartemen. Semua itu dilakukan agar kenyamanan dan keamanan berhuni di apartemen tetap terjaga, serta tidak menimbulkan keresahan para penghuni.
 
Krisdiarto menambahkan, mengingat banyak penghuni yang melakukan perjalanan ke luar negeri, lingkungan apartemen menjadi salah satu tempat rawan bagi penyebaran virus. Untuk itu ICM terus berkoordinasi dengan pihak terkait, terutama Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
 
"ICM sangat serius menerapkan cegah tangkal virus korona di lingkungan apartemen," kata Krisdiarto seusai Rapat Koordinasi dengan jajaran Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif