Secara umum, baja ringan dikenal tahan terhadap korosi. Material ini dilapisi pelindung berupa seng (zinc), aluminium, atau kombinasi keduanya yang dikenal sebagai zincalume. Lapisan tersebut berfungsi melindungi inti baja dari paparan air dan udara yang menjadi pemicu karat.
Lapisan galvanis atau zincalume inilah yang membuat baja ringan lebih unggul dibandingkan besi konvensional. Selama lapisan pelindung tidak rusak, risiko karat tergolong rendah. Karena itu, baja ringan banyak dipilih untuk hunian di wilayah tropis yang memiliki tingkat kelembapan cukup tinggi.
Namun demikian, baja ringan bukan berarti 100 persen kebal terhadap karat. Korosi tetap bisa terjadi apabila lapisan pelindung tergores, terkelupas, atau terpapar lingkungan ekstrem seperti kawasan pesisir dengan kadar garam tinggi. Penggunaan produk berkualitas rendah juga berpotensi mempercepat timbulnya karat.
Agar daya tahan baja ringan lebih optimal, pemilik rumah disarankan memilih produk berstandar SNI, menggunakan baut khusus antikarat, serta melapisi ulang bagian yang terpotong dengan cat pelindung. Pemasangan yang tepat dan menghindari genangan air juga menjadi faktor penting dalam menjaga keawetannya.
Dengan perawatan dan pemilihan material yang tepat, baja ringan dapat menjadi solusi konstruksi jangka panjang yang kuat, tahan cuaca, dan minim perawatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News