Desain ibu kota baru harus mencerminkan identitas bangsa. (Foto: MI/Atet Dwi Pramadia)
Desain ibu kota baru harus mencerminkan identitas bangsa. (Foto: MI/Atet Dwi Pramadia)

3 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Desain Ibu Kota Baru

Properti pemindahan ibukota
Rizkie Fauzian • 05 Agustus 2019 11:41
Jakarta: Penyediaan infrastruktur dasar berupa jalan, sumber daya air, dan perumahan menjadi tahapan awal dalam pembangunan ibu kota di Kalimantan. Pemerintah hingga kini masih mengkaji lebih detail sambil menunggu penetapan lokasi Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan.
 
Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, meskipun rencana pemindahan ibu kota telah diputuskan Presiden, masih diperlukan persetujuan DPR dan akan diatur dalam undang-undang.
 
"Kami telah melakukan kajian beberapa alternatif lokasi di Kalimantan. Nanti apabila pertengahan Agustus 2019 ini diputuskan, maka detail desainnya akan kita buat. Mulai 2020, mudah-mudahan kita bisa memulai pekerjaan fisiknya," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Senin, 5 Agustus 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menteri Basuki mengatakan Presiden Joko Widodo memerintahkan agar pembangunan infrastruktur dasar dapat selesai dalam empat tahun. Dalam pembangunan IKN baru, pemerintah akan mengacu pada kelestarian lingkungan, sesuai konsep city in the forest.
 
"Ini tentunya akan menjadi perhatian dunia karena kita akan bangun IKN di Kalimantan, tetapi kita pastikan akan membangun smart and forest city. Kita tidak akan merusak heart of Borneo," ucap Menteri Basuki.
 
Terdapat tiga hal penting yang harus diperhatikan dalam mendesain dan membangun IKN baru. Pertama, harus mencerminkan identitas bangsa, yang diterjemahkan dalam urban design secara filosofis dari pilar-pilar kebangsaan yaitu Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.
 
Kedua, IKN baru harus menunjukkan keberlanjutan kehidupan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Karena itu, konsep pembangunan IKN baru meminimalisir intervensi terhadap alam, mengintegrasikan ruang-ruang hijau serta biru dan mempertahankan keberadaan hutan Kalimantan atau City in the Forest.
 
Ketiga, IKN merupakan kota yang cerdas dan modern berstandar internasional. IKN baru menjadi kota yang compact, mengandalkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mencapai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
 
Yang juga harus digarisbawahi, pembangunan IKN harus memperhatikan penataan bangunan dan lingkungan yang compact dan inklusif, moda transportasi publik yang terintegrasi, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan produktivitas kerja, dan kolaborasi antara arsitektur modern dengan kearifan lokal.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif