Kawasan One-north di Singapura disebut mirip Silicon Valley di Amerika Serikat (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
Kawasan One-north di Singapura disebut mirip Silicon Valley di Amerika Serikat (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)

Mengintip Proyek 'Silicon Valley' Singapura, One-North

Properti singapura
Gervin Nathaniel Purba • 12 Desember 2019 18:12
Singapura: Singapura memiliki daya tarik bisnis dan inovasi. Saat ini, Singapura memiliki kawasan yang menjadi sumber karya-karya inovasi, yakni One-north.
 
One-north merupakan sebuah taman bawah tanah dan pusat bisnis yang dikembangkan oleh Jurong Town Corporation (JTC). Proyek seluas 200 hektare (ha) itu diluncurkan secara resmi pada 4 Desember 2001 oleh Mantan Wakil Perdana Menteri Tony Tan Keng Yam.
 
Kawasan tersebut menjadi tempat berkumpul berbagai perusahaan ternama, startup, pendidikan, permainan, dan sebagainya. Konsep ini mirip Silicon Valley di Amerika Serikat. Berbagai pusat penelitian berada di satu kawasan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


JTC berinvestasi secara berkelanjutan untuk membangun One-north. Nilai investasi pada 2001 sebesar SGD1,5 miliar. Nilai investasi yang dikeluarkan pada 2018 menjadi SGD7 miliar.
 
Konsep pembangunan dan tata letak keseluruhannya dirancang oleh arsitek ternama Zaha Mohammad Hadid, atau lebih dikenal dengan nama Zaha Hadid. Setelah Zaha Hadid meninggal, timnya meneruskan proyek tersebut.
 
"Beliau meninggal pada 2016. Sekarang yang meneruskan tim dari Zaha Hadid," ujar Yap saat ditemui sejumlah wartawan di Singapura, belum lama ini. Yap merupakan storyteller dari UBE, salah satu startup yang berkantor di One-north.
 
Mengintip Proyek 'Silicon Valley' Singapura, One-North
Gedung JTC(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
Yap mengajak kami berkeliling kantor JTC dan sebagian kawasan One-north. Kami dibuat terpukau dengan konsep master plan mengenai kawasan One-north pada puluhan tahun mendatang dan berbagai inovasi hasil karya dari para startup.
 
Pembangunan kawasan One-north belum sepenuhnya selesai. Hingga saat ini proses pembangunan baru mencapai 65 persen. Ditargetkan rampung pada 2041.
 
"Konsep yang diusung pada kawasan ini yaitu work, play, live, and learn," ujar Yap.
 
Selaras dengan konsep tersebut, One-north terdiri atas tujuh wilayah. Ketujuh wilayah itu dibagi menjadi Biopolis, Fusionopolis, Galaxis, Mediapolis, Wessex, Vista, dan Nepal Hill.
 
Biopolis merupakan pusat ilmu medis. Fusionopolis pusatnya infocom dan pengembangan teknologi digital. Mediapolis merupakan pusat media. Kata Yap, Media Corp sudah pindah kantor ke Mediapolis sejak empat tahun lalu.
 
Mengintip Proyek 'Silicon Valley' Singapura, One-North
Gedung JTC(Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
"Itu semua konsep work (bekerja). Nah, di mana kawasan hunian? Ada di Wesssex," katanya.
 
Wessex menyediakan berbagai hunian untuk setiap orang yang bekerja di kawasan One-north. Hunian Wessex menjadi solusi atas aturan pelarangan Airbnb oleh pemerintah Singapura.
 
Konsep play disediakan di Vista. Seluruh permainan, sarana untuk bersantai, dan kuliner berada di sana. Namun karena areanya terbatas, tempat permainan dan tempat kumpul komunitas tersebar di beberapa tempat.
 
Berlanjut ke Nepal Hill yang mendukung konsep learn. "Terdapat dua sekolah ternama di bidang kepemimpinan di wilayah ini. INSEAD juga ada di sini," ujar Yap.
 
Terdapat 800 perusahaan dan 400 startup di kawasan One-north. Sebanyak 20 persennya berasal dari luar negeri. Perusahaan asing banyak berasal dari Amerika Serikat, Britania Raya, dan Finlandia.
 
Mengintip Proyek 'Silicon Valley' Singapura, One-North
Yap, seorang storyteller dari UBE, salah satu startup yang berkantor di One-north (Foto:Medcom.id/Gervin Nathaniel Purba)
 
"Indonesia ada startup, tapi tidak tahu yang mana. Kalau tidak salah ada dua atau tiga," tuturnya.
 
Dijelaskan Yap, semua startup di kawasan One-north harus mengikuti proses inkubasi selama lima tahun. Terdapat beberapa inkubator di kawasan One-north, salah satunya Pollinate.
 
"Pertama, mereka harus menyiapkan ide yang mau disampaikan dan mempresentasikan. Jika sudah disetujui, maka bisa mengikuti proses inkubasi," ucap Yap.
 
Yap berharap startup dari Indonesia akan bertambah pada tahun-tahun mendatang. Terlebih setelah acara Singapore Media Festival (SMF), diharapkan Indonesia dapat menggali lebih dalam potensi yang dimiliki Singapura. Singapura pun terbuka untuk mereka yang ingin memaksimalkan bakat dan ide untuk dijadikan karya.
 

(ROS)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif