Ilustrasi rusun bagi ASN. Foto: dok Kementerian PUPR.
Ilustrasi rusun bagi ASN. Foto: dok Kementerian PUPR.

Mantap! ASN di Sofifi Sekarang Bisa Tinggal di Rusun

Properti properti Rusun ASN Penyediaan Rumah Kementerian PUPR
Rizkie Fauzian • 24 Juni 2021 11:00
Maluku Utara: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) siap memberikan dukungan terhadap pengembangan Kota Sofifi sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara.
 
Selain memberikan bantuan pembangunan infrastruktur, Kementerian PUPR juga akan menyediakan hunian berupa Rumah Susun (Rusun) bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) serta petugas kepolisian yang bertugas di Kota Sofifi.
 
"Kementerian telah membangun sejumlah infrastruktur dan perumahan di Kota Sofifi. Tujuannya adalah untuk mengembangkan Kota Sofifi sebagai Ibukota Provinsi Maluku Utara," ujar Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Maluku, Yones Yubilia, dalam keterangan resminya, Kamis, 24 Juni 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat, baik dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota dalam pelaksanaan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di Kota Sofifi. Salah satunya adalah melalui pelaksanaan Konsultasi Regional (Konreg) yang didalamnya terdapat dua usulan pembangunan Rusun di Kota Sofifi pada 2022.
 
"Kami akan membangun rumah susun ASN Provinsi Maluku Utara dan Polri untuk mendukung Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara di Sofifi pada 2022. Untuk pembangunan dua rusun tersebut diperkirakan membutuhkan dana sebesar Rp70 miliar," jelasnya.
 
Baca: Pemerintah Bangun Rusun ASN Senilai Rp21,6 Miliar
 
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara, Samsudin Abdulkadir menambahkan, pihaknya membutuhkan bantuan pemerintah pusat agar Kota Sofifi bisa lebih berkembang di masa depan. Berbagai sarana dan prasarana pendukung diharapkan dapat segera dibangun sehingga Kota Sofifi bisa menjadi Ibu Kota Provinsi yang baik.
 
Kota Sofifi, imbuhnya, yang ditetapkan sebagai Ibu Kota Provinsi Maluku Utara sejak pemekaran hanya terdapat dua kabupaten dan satu kota, yaitu kabupaten Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), dan kota Tidore Kepulauan.
 
"Sofifi masuk dalam wilayah administrasi Kota Tidore Kepulauan. Ibu Kota sementara ada di Ternate selama 10 tahun. Itulah kenapa pegawai banyak yang masih bermukim di Ternate dan masih bolak-balik dari Sofifi ke Ternate,” ungkapnya.
 
Dirinya menjelaskan, aktivitas pulang pergi ASN Provinsi dianggap sebagai masalah yang menghambat perkembangan Kota Sofifi. Untuk itu, ketersedian pemukiman untuk ASN harus disiapkan dengan baik.
 
"Supaya Kota Sofifi bisa seperti Ibu Kota Provinsi yang lain dan dapat ditinggali secara layak oleh ASN, maka pembangunan Rusun sangatlah dibutuhkan," harapnya.
 
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mengaku pihaknya siap menindaklanjuti hasil kunjungan Presiden ke Kota Sofifi beberapa waktu lalu. Kota Sofifi, imbuh Tito, belum berkembang menjadi pusat pemerintahan dikarenakan banyaknya instansi yang belum terpusat dalam satu wilayah.
 
"Situasi pemerintahan kurang stabil dan akan berakibat pada proses pembangunan dan termasuk pada penciptaan iklim usaha.  Karena pembangunan yang tanggung tadi banyak fasilitas yang tidak mencukupi seperti perumahan untuk pegawai," imbuhnya.
 
(AHL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif