Pemerintah bakal kaji skema subsidi rumah yang tepat untuk dorng pemulihan sektor properti. Foto: Kementerian PUPR
Pemerintah bakal kaji skema subsidi rumah yang tepat untuk dorng pemulihan sektor properti. Foto: Kementerian PUPR

Dorong Pemulihan Sektor Properti, Pemerintah Kaji Skema Subsidi Baru

Properti perumahan sejuta rumah bedah rumah Penyediaan Rumah Kementerian PUPR
Ghani Nurcahyadi • 03 Desember 2020 21:41
Jakarta: Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan bahwa pembangunan perumahan tidak hanya akan berdampak positif terhadap perekonomian tetapi juga akan mengangkat kualitas hidup masyarakat.
 
"Hal itu disebabkan sektor perumahan dan properti merupakan klaster industri yang melibatkan lebih dari 150 jenis usaha di sektor riil dan menyerap banyak lapangan kerja," katanya saat membuka Rakernas REI 2020.
 
Oleh karena itu, dirinya berharap pembangunan sektor perumahan perlu didukung sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejak diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2015, Program Sejuta Rumah sampai 16 November 2020 sudah terealisasi sebanyak 5,4 juta unit, dan lebih dari 70 persen di antaranya dinikmati oleh golongan MBR.
 
Khusus untuk tahun ini, karena imbas adanya pandemi covid-19, realisasi PSR per 16 November 2020 hanya 667.554 unit rumah, yang terdiri dari 75 persen rumah MBR, dan 25 persen rumah non-MBR (komersial).
 
Pandemi juga memengaruhi capaian Real Estate Indonesia (REI) untuk membangun hunian. Target pembangunan rumah tahun ini capai 239.109 unit, dan belum mencapai target.
 
Menurut wapres, kondisi ini menyadarkan semua pihak terutama pemerintah untuk terus memfasilitasi penyediaan perumahan rakyat.
 
Pemerintah sudah memberikan perhatian khusus kepada sektor perumahan di APBN 2021 dengan telah dialokasikan pembiayaan perumahan sebesar Rp30 triliun antara lain untuk membiayai skema subsidi selisih bunga (SSB), bantuan uang muka, bantuan PSU, pembangunan rumah umum dan rumah susun, peningkatan kualitas perumahan swadaya dan pembiayaan KPR FLPP sebesar Rp 16,6 triliun untuk 157.500 unit rumah.
 
Wapres mengatakan dirinya beberapa waktu lalu bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan beberapa menteri terkait lainnya juga sudah membahas beberapa langkah kebijakan untuk memacu pertumbuhan dan pemulihan sektor properti.
 
"Saat ini sedang dikaji skema subsidi dan intervensi yang lebih tepat termasuk antara lain penggunaan sisa anggaran untuk skema SSB dan penggunaan tanah-tanah negara untuk pembangunan perumahan MBR, serta penggunaan Tapera dan skema pembiayaan lain," jelasnya.
 
(KIE)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif