Pasar properti Tanah Air mulai bergairah pascapemilu 2019. (Foto: Shutterstock)
Pasar properti Tanah Air mulai bergairah pascapemilu 2019. (Foto: Shutterstock)

Sektor Properti Pascapemilu 2019

Properti investasi properti
Media Indonesia • 09 Juli 2019 13:08
Jakarta: Pasar properti Tanah Air mulai bergairah pascapemilu 2019. Oleh karena itu, tidak ada halangan lagi bagi investor untuk berinvestasi di properti.
 
"Kalau dibilang apakah sudah membaik saat ini, ya baru menuju. Kami melihatnya 2020 baru lah benar-benar membaik," ujar Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto.
 
Menurut Ferry, selain keputusan terkait Pilpres, pasar juga menunggu kebijakan di bidang ekonomi. Selain itu, tekanan global berupa perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok dianggap tidak memengaruhi langsung ke sektor properti, tetapi ekonomi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan positif yang menstimulus sektor usaha properti dalam negeri. Contohnya, kebijakan pajak barang mewah PPnBM, PPh 22, dan pembebasan PPN untuk rumah sederhana atau bersubsidi.
 
"Kebijakan terakhir yang saya lihat membuat properti bergairah itu pembebasan PPN untuk rumah sederhana. Ini karena cakupannya lebih luas. Untuk PPnBM enggak terlalu luas sehingga implikasinya tak terlalu signifikan," jelasnya.
 
Penjualan Belum Membaik
 
Di sisi lain, konsultan properti Savills Indonesia memprediksi penjualan di pasar properti belum akan menunjukkan kenaikan yang signifikan. Hal itu didasarkan pada performa penjualan properti selama semester I-2019 yang belum menampakkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.
 
Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus mengatakan secara fundamental pasar properti masih mengalami tekanan domestik dan global. Di dalam negeri, perhelatan pemilu yang telah selesai ternyata masih menyisakan ketidakpastian dengan masuknya gugatan ke Mahkamah Konstitusi. Ini juga berpengaruh kuat terhadap penjualan properti.
 
"Perkiraan saya, sampai akhir tahun pasar properti belum ada kenaikan yang signifikan," ujar Anton di Jakarta, pekan lalu.
 
Namun, bukan berarti sektor properti tidak akan bangkit. Kalau ketegangan global menurun ditambah insentif pemerintah plus kenaikan peringkat investasi Indonesia di mata dunia, Indonesia masih memiliki daya tarik. "Investor properti masih melirik Indonesia," jelasnya.
 
Dimintai keterangan terpisah, Head Marketing and Branding PT BSD Diamond Development Laurencia Evilyn mengimbuhkan kinerja penjualan semester I-2019 terpengaruh bukan semata-semata karena pemilu/kampanye.
 
"Yang bikin market negatif kalau ada kejadian-kejadian seperti demonstrasi dan insiden bom," ucap Laurencia.
 
Menurutnya, setelah pengumuman hasil Pemilu 2019, sebagian besar pasar properti bereaksi positif, tapi tetap masih ada yang menunggu dan melihat perkembangan. Adapun mengenai relaksasi pajak barang mewah disebutnya memberi dampak positif
 
"Sesungguhnya pasar kita sudah cukup edukatif. Yang lebih dikhawatirkan, yaitu suasana yang tidak kondusif, bukan pemilu atau hasilnya," tandasnya.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif