Country Director of Growth & VP of Online Marketing Cove, Dian Paskalis, mengungkapkan hampir 40 persen konsumen memilih langsung melakukan pemesanan hanya berdasarkan informasi digital yang tersedia di aplikasi maupun platform online.
"Menariknya, sekarang hampir 40 persen orang yang tinggal atau booking itu nggak mau lihat. Mereka lihat gambar-gambarnya aja. Mungkin udah percaya, langsung book," ujar Dian kepada Medcom.id pada Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Dian, kemudahan akses, fleksibilitas, dan tingkat kepercayaan terhadap platform digital menjadi faktor utama meningkatnya tren booking tanpa survei tersebut.
Gen Z dan digital nomad dorong tren hunian fleksibel
Dian menjelaskan perubahan perilaku ini juga dipengaruhi karakter pasar utama Cove yang didominasi kelompok Gen Z dan digital nomad. Segmen ini cenderung membutuhkan hunian fleksibel yang dapat disesuaikan dengan pola kerja dan mobilitas mereka.Sekitar lebih dari 20 persen penghuni Cove diketahui merupakan pekerja dengan sistem work from home (WFH). Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, Cove menyediakan tiga jenis hunian, yakni apartemen, co-living, dan tipe fleksibel.
Selain mengembangkan layanan digital untuk pemesanan, Cove juga meluncurkan fitur media sosial berbasis aplikasi guna meningkatkan interaksi antar penghuni.
Dian mengungkapkan banyak penghuni memilih tinggal sendiri karena pekerjaan maupun pendidikan, namun kondisi tersebut berpotensi memicu rasa sepi.
"Banyak yang tidak sadar sebenarnya kalau hidup mandiri itu juga bisa menimbulkan rasa sepi, terutama ketika mereka tinggal sendiri," kata Dian.
Mengutip data World Health Organization (WHO), satu dari enam orang di dunia dapat mengalami rasa kesepian ketika hidup sendiri, terutama pada kelompok usia muda.
Fitur komunitas digital untuk penghuni
Fitur komunitas digital Cove diintegrasikan langsung dengan layanan pengelolaan kontrak sewa, profil minat penghuni, daftar penghuni satu gedung, forum komunitas, hingga agenda acara penghuni.Berbeda dari grup percakapan biasa, seluruh konten pengguna akan melalui proses moderasi oleh tim internal Tenant Experience. Akses fitur ini juga hanya tersedia selama masa kontrak penyewa masih aktif.
Sebelumnya, Cove rutin mengadakan kegiatan komunitas secara luring. Perusahaan mencatat sekitar 20 persen penghuni yang aktif mengikuti kegiatan komunitas memilih memperpanjang masa tinggal.
Meski begitu, Cove menegaskan fitur komunitas tidak bersifat wajib demi menjaga keseimbangan antara kebutuhan sosial dan privasi penghuni, khususnya pada segmen premium.
Pasar keluarga masih terbatas
Dominasi penghuni lajang dan pasangan muda turut memengaruhi ketersediaan unit dua kamar tidur. Dian mengungkapkan permintaan tipe keluarga sebenarnya cukup tinggi, namun pasokannya masih terbatas.Menurutnya, keberadaan anak kecil di lingkungan co-living kerap memicu persoalan kenyamanan bagi penghuni lain yang mayoritas lajang.
"Kelebihan permintaan (untuk dua kamar), tapi ketersediaan kami sedikit karena kami lumayan dilema. Tidak semua orang mau menerima adanya anak kecil di properti," jelas Dian.
Saat ini, permintaan terbesar masih didominasi unit satu kamar, sementara tipe dua kamar memiliki porsi permintaan di bawah lima persen. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News