Hotel Bersejarah yang 7 Kali Ganti Nama
Beberapa orang veteran mengikuti peringatan peristiwa perobekan bendera Belanda di Hotel Majapahit, Jl Tunjungan, Surabaya, Rabu (19/9/2018). Antara Foto/Zabur Karuru
Surabaya: Sejarah mencatat Hotel Majapahit adalah saksi sekaligus lokasi titik awal pertempuran antara pasukan sekutu melawan arek-arek Suroboyo. Kejadian perobekan bagian bendera Belanda di puncak hotel yang saat itu bernama Oranje, diperingati tiap 19 September.

Peritiwa bersejarah pada 73 tahun lampau itu, kembali dikenang dengan aksi teatrikal merobek bagian biru dari bendera Belanada sehingga menyisakan warna merah-putih. , Rabu (19/9/2018). Peringatan dimulai dengan aki perobekan lalu dilanjutkan dengan kirab membentangkan Merah Putih.

Aksi teatrikal di puncak Hotel Majapahit, Tunjungan, Surabaya, mengenang peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi Merah Putih. Peristiwa itu diikuti serangan milisi kepada patroli militer sekutu yang puncaknya adalah perang besar pada 10 November 1945. Antara Foto/Zabur Karuru


Sejarah Hotel Majapahit

Sebelum bernama Hotel Majapahit, bangunan ini pernah menjadi markas dari komando Jepang. Semula hotel yang dibangun pengusaha keturunan Armenia, Lucas Martin Starkies, ini diberi nama Oranje. Nama yang merujuk warga kebangsaan Belanda karena hotel dibangun sebagai penghormatan terhadap keluarga kerajaan Belanda.

Martin merupakan bagian dari Starkies Bersaudara, kelompok usaha yang membangun jaringan hotel mewah di Asia Tenggara. Tak heran jika hotel yang didirikan pada pada 1910 tersebut menjadi tempat berkumpulnya para sosialita Belanda.

Selain lokasinya yang strategis, hotel Oranje juga merupakan salah satu hotel berbintang lima yang menyediakan 143 kamar di lantai satu dan dua. Dengan desain lobi bergaya art deco, hotel ini mampu menarik pengunjung terutama pengusaha Belanda yang transit di Surbaya.

Sejak Indonesia jatuh ke tangan Jepang, nama hotel berganti menjadi Yamato. Namun, sejak peristiwa merobek bendera Belanda pada 1945, hotel diubah kembali menjadi Hotel Merdeka.

baca juga: Detik-detik perobekan bendera Belanda

Tak bertahan lama, Sarkies Bersaudara mengambil alih kembali pengelolaan hotel dan mengganti nama hotel menjadi L.M.S. Hotel. Nama tersebut adalah singkatan dari Lucas Martin Sarkies.

Pada 1969 kepemilikan hotel berpindah tangan kepada Mantrust Holding Co. Sejak itu nama kerajaan terbesar di Jawa Timur dan luas pengaruhnya hingga menjangkau beberapa negara di Asia Tenggara pun disandangnya, Majapahit.  

Kelompok usaha perhotelan Mandarin Oriental mengakuisisi kepemilikan di 1993, sehingga namanya berganti menjadi Mandarin Oriental Hotel Majapahit. Pada tahun yang sama, pemerintah menetapkan hotel itu sebagai cagar budaya.

Selanjutnya, pada 2006, hotel ini diakuisisi PT Sekman Wisata dan berganti nama kembali menjadi Hotel Majapahit. Hingga kini bangunan hotel masih terawat keasliannya meskipun beberapa bangunan luar dan beberapa unsur interiornya telah direnovasi agar usianya.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id