REI apresiasi satgas 1 juta rumah
Sebuah perumahan di Aceh berdiri di atas lahan yang sebelumnya adalah sawah produktif. Alih fungsi lahan merupakan masalah tersendiri dalam realisasi program 1 Juta Rumah. file/Antara Foto
Jakarta: Di dalam perjalanannya, realisasi program satu juta rumah di lapangan ada saja hambatannya. Mulai dari perizinan, koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, hingga persoalan lahan yang terbatas.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUUPR) telah membentuk Satgas Pemantauan dan Pengendalian Program Satu Juta Rumah untuk mendorong peningkatan capaian dan juga mengawasi berjalannya program tersebut.


"Bagus, kita bersama-sama dengan pemerintah menjaga program ini, karena ini kepentingan  nasional," ujar Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata.

Meski mengapresiasi pembentukan Satgas Program Satu Juta Rumah, Soelaeman mengaku tidak terlibat langsung dengan pembentukan tersebut. "Enggak, tugas kita (REI) menjadi anggota sendiri, jadi kita tidak terlibat di (Satgas)," jelasnya.

Misi utama satgas ini adalah memantau dan mengawasi pelaksaan program satu juga rumah untuk mengurangi jumlah backlog. Hal ini tentu saja perlu dukungan baik pihak swasta maupun pemerintah serta perbankan.

Satgas juga bertugas untuk melakukan monitoring terhadap pembanguan rumah bagi MBR, rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), rumah subsidi, rumah program dari Dirjen Pembiayaan Perumahan hingga bantuan Prasarana, Sarana dan Utilitas (PSU).

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id