Deretan gedung perkantoran dan apartemen mewah di tengah Bangkok, Thailand. AFP Photo/Romeo Gacad
Deretan gedung perkantoran dan apartemen mewah di tengah Bangkok, Thailand. AFP Photo/Romeo Gacad

Real Estate Asia Pasifik Masih Cerah, Bagaimana Indonesia?

Properti bisnis properti
Rizkie Fauzian • 21 Januari 2019 08:08
Jakarta: Volume transaksi real estate di kawasan Asia Pasifik secara keseluruhan diperkirakan mengalami kenaikan sebesar lima persen di 2019. Meski momentum pertumbuhannya masih melambat.
 
"Real estate tetap terlihat menarik sebagai investasi, selain aman juga hasilnya relatif lebih tinggi dibanding aset lainnya," kata Head of Capital Markets JLL Asia Pasifik, Stuart Crow dalam keterangan tertulis, Jumat (18/1/2019).
 
Ssatu dekade terakhir, para investor masih berkutat dengan risiko-risiko makro seperti kenaikan suku bunga. Tak hanya itu, ketidakpastian geopolitik seperti berlanjutnya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, serta Brexit.

Di Asia Pasifik, permintaan real estate akan terus bergerak didorong oleh fundamental ekonomi yang kuat. Penduduk daerah perkotaan diperkirakan akan membludak.

Jumlah penduduk diperkirakan akan melampaui 400 juta orang pada 2027, sedangkan penduduk berusia 65 tahun atau lebih akan meningkat sebanyak 146 juta orang dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dalam situasi ekonomi melambat, investor justru lebih selektif dan ketat ketika akan keluar dari suatu jenis investasi karena semakin sulit untuk menemukan alternatif penggantinya," jelas Crow.

Industri properti Indonesia masih diminati


Minat investor asing terhadap bisnis properti di Indonesia diperkirakan tetap kuat tahun ini. Meski untuk segmen pasar perkantoran dan ritel semakin ketat, namun para investor mulai masuk ke pasar rumah tapak.
 
"Pasar gedung perkantoran serta ritel akan semakin ketat dan titik masuk yang paling mungkin diambil oleh investor adalah pengembangan tapak atau membentuk kemitraan dengan grup-grup perusahaan lokal," jelas Crow.
 
Sementara itu, pengembangan infrastruktur MRT dan LRT mendatang akan menghadirkan peluang baru bagi para investor, sedangkan pasar pergudangan logistik modern kemungkinan akan terus menjadi fokus bagi grup-grup perusahaan lokal dan internasional.

 

(LHE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif