Rapat kesiapan pembangunan rumah bagi komunitas pedagang bakso dan tempe di Serang. (Foto: dok: kementerian PUPR)
Rapat kesiapan pembangunan rumah bagi komunitas pedagang bakso dan tempe di Serang. (Foto: dok: kementerian PUPR)

Hunian Komunitas Pedagang Bakso dan Tahu Tempe Segera Dibangun

Properti sejuta rumah
Rizkie Fauzian • 04 Juli 2019 18:17
Serang: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan membantu komunitas para pedagang bakso dan tahu tempe di Kota Serang, Banten, agar bisa memiliki rumah. Hal itu merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan pembangunan perumahan berbasis komunitas.
 
"Kali ini kami ingin membantu komunitas pedagang bakso cuanki dan tahu tempe di Serang agar mereka bisa punya rumah sendiri dan layak huni," ujar Direktur Rumah Umum dan Komersial Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Yusuf Hariagung.
 
Program pembangunan perumahan berbasis komunitas adalah hasil kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, serta bekerja sama dengan asosiasi seperti Real Estat Indonesia (REI) dan Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman Seluruh Indonesia (Apersi).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Program tersebut juga untuk memperluas jangkauan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bisa menikmati subsidi rumah melalui program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) subsidi selisih bunga (SSB) dan Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM).
 
Program perumahan berbasis komunitas merupakan bagian dari Program sejuta Rumah. Cara ini dinilai bisa membantu memudahkan masyarakat dari komunitas maupun profesi tertentu untuk memiliki rumah.
 
"Sebelumnya pemerintah juga telah memulai proyek percontohan pembangunan rumah berbasis komunitas yakni pencukur rambut yang tergabung dalam Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Desa Sukamukti, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat," ujar Direktur Rumah Swadaya Jhony F Subrata.
 
Sebagai informasi, pada tahun 2019, Kementerian PUPR telah mengalokasikan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah untuk Provinsi Banten sebanyak 3.075 unit rumah dari 4.000 unit rumah.
 
Bantuan bedah rumah tersebut tersebar di sejumlah daerah seperti Kabupaten Pandeglang (1.450 unit), Tangerang (875 unit), Lebak (100 unit), Tangerang Selatan (200 unit), Serang (450 unit).
 
"Total bantuan bedah rumah untuk Provinsi Banten anggarannya Rp70 miliar," katanya.
 
Sebelum dilakukan pembangunan, pelaksanaan rapat koordinasi penting dilakukan untuk mengetahui kesiapan lahan untuk perumahan komunitas pedagang bakso cuanki dan pedagang tahu tempe di Kota Serang. Melalui rapat koordinasi dapat diidentifikasi skema penyaluran bantuan untuk perumahan komunitas, serta kesiapan lahannya.
 
"Pastikan pembangunan perumahan berbasis komunitas ini dapat berlanjut dan dinas terkait dapat mengawal dan mendampingi pembangunan rumah. Apalagi masih banyak pedagang bakso cuanki dan pedagang tahu tempe di Serang yang tidak punya rumah," ujar Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten Yanuar.
 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif