Arena balap sepeda ini sebelumnya tanpa atap dan lintasannya dari beton. Antara Foto/M Adimaja
Arena balap sepeda ini sebelumnya tanpa atap dan lintasannya dari beton. Antara Foto/M Adimaja

Velodrome kelas Olimpiade ada di Rawamangun

Rizkie Fauzian • 07 Agustus 2018 13:32
Jakarta: Jakarta International Veledrome (JIV) menjadi lokasi utama balap sepeda lintasan untuk Asian Games 2018. Fasilitas olahraga bersepeda di Jakarta Timur merupakan yang terbaik di Asia.
 
Berdiri di atas lahan seluas 16 ribu meter persegi, pembangunan velodrome ini berbiaya Rp 665 miliar dalam waktu dua tahun. Kelengkapan dan detailnya mengantongi sertifikat grade 1 dari Federasi Balap Sepeda Internasional atau Union Clycliste Internationale (UCI).
 
"Dengan grade 1 ini layak menjadi tuan rumah, bahkan untuk Olimpiade," kata Ketua PB ISSI, Raja Sapta Oktohari.

Pengajuan sertifikat kepada UCI dilakukan sejak ebelum velodrome dibangun. Perkembangan pembangunan velodrome dipantau dan diuji langsung oleh UCI yang berkedudukan di Belgia.
 
Velodrome ini memiliki lintasan balap sepanjang 250 meter dengan kemiringan 13-45 derajat. Bahan yang digunakan merupakan kayu Siberia Spurce yang didatangkan langsung dari Jerman.
 
Karakteristik kayu yang digunakan sangat cocok untuk lintasan sepeda miring karena memiliki elastisitas yang baik dan ringan. Untuk menjaga kelembapan udara di nilai 50-70 persen, disiapkan mesin khusus yang dipasang di bawah lintasan.
 
Bangunan yang eco friendly ini memiliki atap dan selubung yang terbuat dari membran PVC. Bahan membran juga mampu mereduksi 60 persen paparan sinar matahari. Sehingga pada siang hari, cahaya secara langsung masuk ke dalam arena.
 
Velodrome dapat menampung 3 ribu penonton. Lalu ada tambahan seribu kursi. Jika ada penonton yang berdiri bisa sampai menampung sampai 5.000 orang. Pada bagian luas arena bentuk bangunan memiliki gaya Eropa klasik yang dilengkapi dengan taman dan air mancur.
 
Selain itu, juga ada beberapa fasilitas yang disiapkan bagi atlet, seperti bengkel, ruang ganti, toilet, hingga tunnel tempat khusus atlet, ofisial, juri, dan ambulans bisa keluar masuk.
 
Velodrome kelas Olimpiade ada di Rawamangun
Velodrome saat dalam masa pembangunannya para akhir 2017. Antara Foto/Sigid Kurniawan
 
Desain velodrome dikerjakan Ralph dari firma arsitektur Cox Architec Australia berkolaborasi dengan BKM Indonesia. Konsultan pembangunan adalah Mott MacDonald, dan kontraktornya adalah ES Global dari Inggris yang menggandeng Wijaya Karya (Wika).
 
"Ralph ini arsitek velodrome terbaik di dunia. Dia yang bangun velodrome  London (untuk Olimpiade) dan Rio de Janeiro (untuk Olimpiade)," ungkap Okto.
 
Velodrome di masa lalu
 
Velodrome digagas oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin untuk kepentingan PON 1973. Sebelumnya, bangunan tersebut merupakan stadion balap sepeda.
 
Dibangun sebagai velodrom terbuka, lintasan terbuat dari beton dengan panjang lintasan mencapai 400 meter dengan kemiringan 45 derajat. Pembangunan velodrome menghabiskan dana Rp 270 juta.
 
PT Pembangunan Jaya sebagai kontraktor di minta membangun velodrome dengan standar- standar internasional balap sepeda. Sehingga pada masanya, velodrome ini dianggap menjadi bangunan megah.
 
Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games 1987, ketika itu lintasan rusak. Kemudian panitia SEA Games harus membongkar panjang lintasan menjadi 333 meter.
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LHE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA