Masjid hitam saksi sejarah Islam
Masjid Tuo Kayu Jao ini dibangun pada 1599, namun penjelasan dari penjaga sekaligus keturunan pendiri Masjid Tua Kayu Jao mengklaim dibangun pada 1419.
Solok: Masjid Tuo Kayu Jao di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Gunung Talang, Solok, Sumatera Barat, adalah saksi sejarah Islam di Minangkabau. Bangunannya ini diklaim dibangun antara 1419, tapi ada juga yang menyebut 1599.

Masjid ini atapnya terbuat dari ijuk warna hitam dengan dinding dan lantai papan warna hitam yang menambah kesakralan. Menurut pengurusnya, masjid yang digagas Angku Imam bernama Musaur dan Angku Labai sekaligus sebagai Bilal dibangun warga secara gotong royong


"Mesjid ini adalah bukti perkembangan Islam telah masuk ke Solok sejak abad ke-16", jelas Mustamik pada medcom.id di Mesjid Tuo Kayu Jao.

Keunikan arsitektur masjid ini dibangun dengan budaya lokal Minangkabau, yakni Rumah Gadang. Atap masjid yang terdiri dari tiga tingkat, disusun dari ijuk. Di antara tingkatnya terdapat celah yang dibuat untuk pencahayaan dan sirkulasi.

Di bagian mihrab, atap berbentuk ganjong. Atap masjid disangga 24 tiang dalam yang melambangkan 24 jumlah Ninik Mamak. Kemudian memiliki jendela sebanyak 13 pintu melambangkan rukun salat.

Anak tangga memasuki masjid berjumlah 5 undakan, melambangkan Rukun Islam. Masjid dibangun tiga tingkat atapnya yang melambangkan Imam, Khatib dan Bilal dan ada dua lantai melambangkan Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Beberapa bagian masjid sudah direnovasi, tapi secara keseluruhan tidak mengalami perubahan. Meski telah berusia lima abad, Masjid Tuo Kayu Jao masih digunakan untuk aktivitas ibadah, mulai dari salat hingga pengkajian agama Islam.



 



(LHE)