Bedah rumah bergaya retro
Ketekunan pemilik sebelumnya dalam merawat rumah, sangat mempengaruhi hasil akhir proyek retro ini. inhabitat/Derek Swalwell
Australia: Sebuah rumah yang dibangun pada 1940-an direnovasi dengan misi tidak mengorbankan kenangan dan sejarahnya. Walau proyek ini menggunakan bahan-bahan bangunan aslinya, tetapi hasilnya sangat tidak mengecewakan.

Firma arsitektur Porter Architects yang mendapat proyek mengerjakan rumah di tepi Danau Wendouree, Australia. Desain aslinya yang terlalu minim cahaya, dibongkar dengan menambahkan sebuah jendela lipat besar.




Interior dibuat minimalis, lantai berbahan kayu masih dipertahankan keasliannya. Sementara dinding dicat putih, menambah kontras pada perabotan dan panel kayu lantai. Sedangkan untuk furnitur, bebarapa di antaranya diganti dengan model terkini untuk mencuatkan kesan modern.

Meski berkonsep modern, eksterior rumah tetap menggunakan bata merah dari bangunan lama. Namun susunannya diubah dalam pola kontemporer. Porter menciptakan ekstensi kontemporer dengan membuka halaman belakang dan teras kayu. Sementara bagian depan rumah masih dipertahankan keasliannya.



Rumah tersebut sebelumnya hanya berisi kamar tidur, kamar mandi dan ruang belajar. Sang arsitek sebagaimana inhabitat tulis kemudian menambahkanya dengan beberapa ruang baru yang berfungsi sebagai jantung rumah dengan dapur terbuka, ruang makan dan ruang tamu.

Pemiliknya Tom dan Meeghan McInerney membeli rumah yang telah dirawat dengan sangat baik. Pemilik sebelumnya adalah dua saudara perempuan yang tinggal di sana selama 60 tahun dan sangat baik memelihara rumah, sehingga panel kayu asli dan lapisan dekoratif tetap dalam kondisi baik.

 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id