Terowongan cahaya bernilai seni tinggi
Baja parabolik anti karat jadi dinding bagian akhir terowongan yang berada di dinding tebing. designboom/ MAD architech/nacasa & partners inc
Satoyama: Sebuah terowongan direvitalisasi menjadi jauh lebih artistik. Proyek ini bagian The Echigo-Tsumari Art Triennale, sebuah festival seni internasional terbesar di Jepang.

Festival tersebut telah digelar sejak 2000. Fram Kitagawa menciptakan festival tersebut untuk memulihkan kembali budaya yang ada di Echigo-Tsumari, sebuah wilayah bagiani Satoyama.




Lapangan seluas 760 meter persegi menjadi tempat festival The Echigo-Tsumari Art Triennale digelar setiap tahunnya. Pengunjung tidak hanya disuguhi dengan 160 karya seni dari 200 desa, tetapi juga pemandangan alam yang menakjubkan.

Terowongan sepanjang 750 meter tersebut diberi nama 'tunnel of light'. Berada di ngarai Kiyotsu, sebuah tebing terjal dan aliran sungai pegunungan yang jernih menembus jurang.



Dikutip dari designboom, desainnya digarap  MAD architects dengan konsep kesimbangan elemen kayu, tanah, logam, api, dan air. Setiap sudutnya dibuat bernilai seni tinggi dengan mempertahankan ciri khas terowongan.

Di lantai dasar terdapat 'periskop'. Sebuah pondok kayu kecil berfungsi sebagai kafe dan toko souvenir.

Atapnya dibuat melingkar, pada bagian atas diberi cermin. Selain memiliki arti tersendiri, cermin yang dipasang pada bagian atas memudahkan pengunjung menikmati pemandangan sambil menghangatkan badan.



Bagian selanjutnya bernama 'expression of color' yang berkaitan dengan dengan elemen bumi. Tempat ini menjadi pintu masuk terowongan.

Terowongan diberi warna yang berbeda-beda, dan masing-masing warna memiliki tujuan tertentu yang disebut 'ekspresi ruang'. Suara musik menciptakan suasana yang halus tetapi dinamis yang memicu rasa ingin tahu.

Kemudian 'invisible bubble' yang mengacu pada elemen logam. Dinding terowongan dibuat transparan dengan menghadap ke arah jurang. Sehingga menciptakan dunia yang berbeda.



Selanjutnya ‘windows of uncertainty’ yang mengacu pada elemen api. Dindingnya dibuat dengan desain menyerupai tetesan molekul air. Dibuat dengan cermin cembung, pada bagian pinggirnya diberi lampu merah seolah menyala seperti api.

Bagian terakhir adalah ‘light cave’, dindingnya dibuat dari baja anti karat semi-halus yang menjabarkan garis-garis terowongan dan mencerminkan formasi bebatuan yang berbeda.
 



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id