Rumah Lebah Raksasa di Tengah Singapura
Bingkai heksagonal ini berfungsi menepis sinar berlebih dari matahari dan tempias hujan serta menangkap angin yang menerpa bangunan. dezeen/Iwan Baan
Singapura: Sumber inspirasi seorang seniman, bisa datang dari mana saja. Termasuk dari sarang lebah yang menginsiparasi sang arsitek dalam merancang fasad Duo, sepasang menara di Kampong Glam, Singapura.

Seperti dilansir dezeen dua menara terpisah Duo merupakan komplek yang terdiri dari pemukiman, perkantoran dan hotel.  Menara pertama setinggi 186 meter merupakan gedung apartemen dengan 50 lantai. Menara dua dengan tinggi 170 meter, merupakan perkantoran dan hotel mewah.




Bangunan ini dirancang oleh arsitek asal Jerman Ole Scheeren. Sang arsitek membuat fasad bangunan dengan bingkai-bingkai sarang lebah bukan hanya ingin tampak menarik, tapi ada pertimbangan teknis.

Bingkai heksagonal tersebut dirancang sebagai kanopi yang menyaring teriknya sinar matahari dari berbagai arah. Sedangkan cekungan-cekungannya merupakan pengarah hembusan angin ke dalam ruangan sehingga dapat meminimalkan penggunaan pendingin udara.



Terdapat sebuah taman terapung yang berada di bawah pangkal bangunan, teras dan dek observasi publik bertengger di puncak atap dan elemen kantilever. Di dasar bangunannya terdapat ruang terbuka hijau yang melingkar mengelilingi dua menara.



(LHE)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id