Rumah Joglo merupakan salah satu rumah adat masyarakat Jawa. Foto: Shutterstock
Rumah Joglo merupakan salah satu rumah adat masyarakat Jawa. Foto: Shutterstock

Rumah Joglo, Arsitektur Lampau yang Mudah Diadaptasi Bangunan Modern

Properti bangunan bersejarah bangunan sejarah Rumah Joglo arsitektur
Antara • 14 Januari 2022 18:10
Jakarta: Kalangan arsitek menyebut atap Joglo yang kerap digunakan untuk bangunan rumah di Jawa masih cocok untuk bangunan di ibu kota.
 
"Masih sering kita jumpai pada bangunan di kota-kota besar di Pulau Jawa, termasuk Ibu Kota Jakarta, sudah sepatutnya terus dilestarikan," kata Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ahmad Saifudin Mutaqi di Jakarta, Jumat, 14 Januari 2021.
 
Ahmad menjelaskan, potensi arsitektur di Indonesia bisa dilihat juga dari nilai seni budaya yang dikandungnya, yang masih mampu menggugah pelaku seni budaya dan pemerhati arsitektur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Keunikan arsitektur tradisional Nusantara di seluruh Tanah Air dapat diangkat menjadi daya tarik bagi generasi muda dan pengembangan pariwisata arsitektur bagi turis mancanegara. Kita harus dapat memelihara peninggalan budaya bersejarah ini dan menyampaikannya pada khalayak luas sesuai era-nya," ujarnya.
 
Ahmad menambahkan, bangunan Jawa yang berarsitektur Joglo saat ini merupakan metamorfosa arsitektur masa lalu yang mudah diterima dalam era kekinian, karena bentuk, filosofi, maupun konstruksinya, mudah diadaptasi pada desain rumah modern.
 
"Keunikan arsitektur Joglo atau Rumah Jawa perlu terus dipelihara dan disosialisasikan, agar pengembangannya kemudian desainnya tetap berpijak pada pakem tradisi budaya yang adiluhung," katanya.
 
Pakar ilmu Javanologi yang mendalami sejarah latar belakang bangunan tradisional Jawa, Yuwono Sri Suwito dari Balai Konservasi Candi Borobudur dan Prambanan, mengatakan, banyak catatan penting tentang bangunan rumah Jawa kuno.
 
"Kehidupan masyarakat Jawa yang berada di sepanjang bentang pulau Jawa ini memiliki ciri keistimewaan masing-masing, sehingga setiap daerah memiliki karakteristik desain rumahnya termasuk yang tinggal di pegunungan dan pesisir," ujarnya.
 
Arsitek Eko Agus Prawoto menambahkan sejumlah karya arsitektur Jawa dalam konteks kekinian, yang dikatakan sebagai re-use construction.
 
Dari pengalaman narasumber yang arsitek praktisi dan pakar di bidang konstruksi arsitektur bambu ini, memperlihatkan bahwa pelestarian arsitektur rumah Jawa dapat terpelihara dan dikembangkan dalam arsitektur lebih baru, asal dilakukan secara baik dan benar.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif