Masjid Ummu Haram. Foto: AFP/Matthieu Clavel
Masjid Ummu Haram. Foto: AFP/Matthieu Clavel

Masjid Ummu Haram Bergaya Arsitektur Ottoman

Properti masjid bangunan bersejarah gedung sejarah
Rizkie Fauzian • 24 Mei 2020 21:48
Siprus: Halla Sultan Tekke atau disebut juga Masjid Ummu Haram berada di distrik Larnaca di Siprus selatan. Masjid yang berada tepat di tepi danau Larnaca Salt tersebut dibangun pada 648 M.
 
Masjid ini dianggap paling bersejarah di Pulau Siprus karena menjadi tempat peristirahatan terakhir seorang pahlawan wanita. Ummu Haram adalah salah seorang pemimpin pasukan Islam yang pertama kali tiba di Pulau Siprus.
 
Ummu Haram dan suaminya berperang memperebutkan pulau Siprus, namun meninggal dunia di tengah pertempuran. Kemudian Ummu Haram dimakamkan di lokasi tersebut yang saat ini dikenal sebagai Masjid Halla Sultan Tekke.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masjid Ummu Haram dibangun bergaya Utsmaniyah. Pada abad 14 dan 15, arsitektur ala Kesultanan Utsmaniyah (Kekaisaran Ottoman) memang sedang populer seiring meluasnya wilayah kekuasaan Islam.
 
Arsitektur Islam saat itu berupa bangunan sederhana dengan dekorasi ekstensif. Namun pada era Utsmaniyah, banyak arsitektural yang dinamis berupa lengkungan, kubah, setengah kubah dan tiang (kolom).

Sejarah

Beberapa ahli menyebut bahwa Ummu Haram merupakan saudari dari Ummu Sulaim. Ada juga yang menulis bahwa Ummu Haram adalah istri dari Ubaidah Ibnu Saamit, salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW.
 
Banyak orang yang percaya bahwa makam yang sebenarnya terletak di Jannatul Baqi, Madinah, Saudi Arabia. Namun para muslim daerah Siprus tetap meyakini bahwa makam tua tersebut merupakan makam yang asli.
 
Warga meyakini jenazah Ummu Haram dimakamkan di Salt Lake Larcana. Kemudian dibuat sebuah pelindung makam atau biasa disebut dengan maosoleum pada 1760.
 
Konon pembangunan masjid ini sebagiannya memakai material bekas gereja yang sudah tidak digunakan tak jauh dari sana. Pembangunan masjid dengan ciri khas Emperium Usmaniyahdi mulai pada November 1817 atas perintah Gubernur Seyyid mehmed Emin Efendi.
 
Bangunan maosoleum tersebut diberikan dekorasi dan ukiran-ukiran khas kebudayaan Islam pada masa itu. Pada abad ke-19, Gubernur Seyyid Elhac membangun pagar pelindung dari bahan kayu di sekitar makam Ummu Haram. Lalu pagar tersebut di ganti dengan pagar kuningan pada masa pemerintahan Acem Ali Agha.
 
Kemudian setelah terjadi krisis politik pada 7 Juli 2018, tempat berdirinya Masjid Ummu Haram memproklamasikan diri sebagai Republik Turki Siprus Utara (TRNC).
 
Pengaruh kuat Turki terasa dalam eksterior baru masjid yang renovasinya didanai oleh pemerintahan Recep Tayyip Erdogan tersebut. Ciri mencolok adalah kubah massif dan empat menara bergaya Ottoman klasik.
 
Setelah direnovasi, kini Masjid Ummu Haram yang diresmikan penggunaanya pada 10 Juli 2018 ini memiliki daya tampung hingga tiga ribu orang.

 

(KIE)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif