ARSITEKTUR
Rain Room, Paviliun yang Dirancang Antihujan
Anggi Tondi Martaon
Jumat 22 November 2019 / 13:37
Sharjah: SpaceContinuum Design Studio and Shape Architecture Practice and Research mendesain sebuah paviliun unik di Sharjah, Uni Emirat Arab (UEA).
.jpg)
Foto: Ieva Saudargaite
Rain Room dirancang bagi Sharjah Arts Foundation, sebuah paviliun yang dapat menciptakan hujan buatan bahkan di dalam ruangan.
Namun, dengan kamera pengawas yang dapat mendeteksi pergerakan manusia, para pengunjung tidak akan kebasahan meski hujan.

Foto: Ieva Saudargaite
Rain Room memiliki interior sederhana. Tidak ada furnitur apapun dan seluruh ruangan dirancang berwarna gelap.
Dibangun di samping Taman Al Mujarrah, bangunan dengan luas 906 meter persegi tersebut memiliki fasad yang terbuat dari beton dan kaca.

Foto: Ieva Saudargaite
Paviliun tersebut dikelilingi oleh tiga sisi kotak kaca setinggi delapan meter. Kotak kaca tersebut dibuat menggantung, tidak menyentuh permukaan tanah.
Ruang tinggi antara beton dan dinding kaca dimanfaatkan sebagai kafe. Meja dan bangku tersebut diarahkan menghadap ke taman.

Foto: Ieva Saudargaite
Rain Room juga pernah dibangun di Barbican, London, Inggris pada 2012. Kemudian di MoMa New York, Yuz Museum di Shanghai dan LACMA di Los Angeles.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
.jpg)
Foto: Ieva Saudargaite
Rain Room dirancang bagi Sharjah Arts Foundation, sebuah paviliun yang dapat menciptakan hujan buatan bahkan di dalam ruangan.
Namun, dengan kamera pengawas yang dapat mendeteksi pergerakan manusia, para pengunjung tidak akan kebasahan meski hujan.

Foto: Ieva Saudargaite
Rain Room memiliki interior sederhana. Tidak ada furnitur apapun dan seluruh ruangan dirancang berwarna gelap.
Dibangun di samping Taman Al Mujarrah, bangunan dengan luas 906 meter persegi tersebut memiliki fasad yang terbuat dari beton dan kaca.

Foto: Ieva Saudargaite
Paviliun tersebut dikelilingi oleh tiga sisi kotak kaca setinggi delapan meter. Kotak kaca tersebut dibuat menggantung, tidak menyentuh permukaan tanah.
Ruang tinggi antara beton dan dinding kaca dimanfaatkan sebagai kafe. Meja dan bangku tersebut diarahkan menghadap ke taman.

Foto: Ieva Saudargaite
Rain Room juga pernah dibangun di Barbican, London, Inggris pada 2012. Kemudian di MoMa New York, Yuz Museum di Shanghai dan LACMA di Los Angeles.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)