Desain terbaru  Masjid Al-Nouri yang hancur di Mosul, Irak. Visual:  Salah El Din Samir dan tim
Desain terbaru Masjid Al-Nouri yang hancur di Mosul, Irak. Visual: Salah El Din Samir dan tim

Dibangun Kembali karena Hancur, Begini Desain Masjid Al-Nouri di Irak

Properti Masjid bangunan bersejarah Bangunan unik Arsitektur Unik
Rizkie Fauzian • 12 Mei 2021 16:27
Mosul: UNESCO berencana untuk membangun kembali Masjid Al-Nouri yang hancur di Mosul, Irak. Masjid tersebut rusak akibat konflik yang terjadi antara ISIS dan pasukan Irak pada 2017.
 
Proyek ini bagian dari rencana rehabilitasi kota bertajuk Revive the Spirit of Mosul. Masjid Al-Nouri yang dibangun pada abad ke-12 ini memiliki arsitektur yang unik, yakni menara miring.
 
Delapan arsitek dari Mesir memenangkan kompetisi yang diselenggarakan oleh UNESCO. Desain bernama Courtyards Dialogue tersebut mengalahkan 123 desain lain yang mengikuti kompetisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Seperti namanya, proyek tersebut merupakan upaya untuk merehabilitasi kota Mosul setelah rusak berat saat diduduki oleh militan ISIS antara 2014 dan 2017.
 
"Masjid Al-Nouri merupakan situs bersejarah yang menjadi bagian dari sejarah Mosul, maka rekonstruksi akan menjadi proses memajukan rekonsiliasi kota yang dilanda perang," jelas Direktur Jenderal UNESCO Audrey Azoulay.
Dibangun Kembali karena Hancur, Begini Desain Masjid Al-Nouri di Irak
Dalam proyek ini, beberapa bagian masjid akan tetap dipertahankan. Misalnya menara miring masjid yang ikonik. Selain itu, ruang berdoa juga akan dibangun kembali seperti aslinya.
 
Sebagai bagian dari proyek Courtyards Dialogue, Al-Nouri Prayer akan dibangun kembali untuk "terlihat seperti sebelumnya", dengan menyatukan bagian-bagian bangunan yang ada.
 
Ada beberapa tambahan, seperti bangunan bata berlubang yang memudahkan matahari masuk ke dalam masjid. Selain itu, ada taman tertutup dan fasilitas lainnya yang untuk wanita.
 
Untuk memastikan kompleks Masjid Al-Nouri yang telah direkonstruksi menyatu dengan kota, maka akan dibangun kembali ruang terbuka publik yang dapat diakses melalui lima pintu masuk.
 
Adapun kedelapan arsitek yakni Salah El Din Samir Hareedy, Khaled Farid El-Deeb, Sherif Farag Ebrahim, Tarek Ali Mohamed, Noha Mansour Ryan, Hager Abdel Ghani Gad, Mahmoud Saad Gamal dan Yousra Muhamed El-Baha.

 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif