Burj Khalifa, ikon megah yang menjulang di tengah lanskap futuristik Dubai, Uni Emirat Arab. Foto: burjkhalifa.ae
Burj Khalifa, ikon megah yang menjulang di tengah lanskap futuristik Dubai, Uni Emirat Arab. Foto: burjkhalifa.ae

10 Gedung Tertinggi di Dunia, Ada yang 828 Meter

Rizkie Fauzian • 03 Maret 2026 20:24
Ringkasnya gini..
  • Burj Khalifa di Dubai masih menjadi gedung tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter sejak diresmikan pada 2010.
  • Asia mendominasi daftar pencakar langit tertinggi, termasuk Merdeka 118 di Kuala Lumpur dan Shanghai Tower di Tiongkok.
  • Gedung-gedung supertinggi kini dirancang sebagai ekosistem vertikal yang menggabungkan hotel, hunian, perkantoran, hingga pusat perbelanjaan dalam satu bangunan.
Jakarta: Gedung-gedung tertinggi di dunia selalu memiliki daya tarik tersendiri. Selain menjadi simbol kemajuan teknologi dan ekonomi suatu negara, pencakar langit juga mencerminkan identitas arsitektur serta ambisi sebuah kota di panggung global.
 
Persaingan membangun gedung tertinggi kini tidak hanya terpusat di satu kawasan. Asia Timur, Timur Tengah, hingga Amerika Utara menjadi wilayah yang aktif menghadirkan menara-menara supertinggi dengan teknologi konstruksi mutakhir.
 
Pembangunan gedung-gedung ini mengandalkan beton berkekuatan tinggi, sistem struktur tahan angin dan gempa, serta teknologi lift berkecepatan tinggi. Tak hanya menjulang tinggi, gedung modern kini dirancang sebagai ekosistem vertikal yang menggabungkan hotel, perkantoran, hunian mewah, pusat perbelanjaan, hingga dek observasi dalam satu kompleks.

Gedung tertinggi di dunia

Berikut 10 gedung tertinggi di dunia yang tetap ikonik hingga saat ini:

1. Burj Khalifa

Diresmikan pada 2010, gedung setinggi 828 meter ini masih memegang gelar sebagai bangunan tertinggi di dunia. Berbentuk ramping menyerupai jarum raksasa, Burj Khalifa menjadi pusat kawasan Downtown Dubai dengan fungsi hotel, hunian mewah, perkantoran, hingga mal besar.

2. Merdeka 118

Rampung pada 2023 dengan ketinggian 679 meter, gedung ini menjadi yang tertinggi di Asia Tenggara. Desain fasadnya yang bersegi (berfaset) mencerminkan semangat modern sekaligus simbol kemerdekaan Malaysia.

3. Shanghai Tower

Menjulang 632 meter, Shanghai Tower memiliki desain spiral unik yang membantu mengurangi beban angin dan meningkatkan efisiensi energi. Gedung ini menjadi pusat gaya hidup dengan hotel, perkantoran, dan dek observasi.

4. Makkah Royal Clock Tower

Setinggi 601 meter, menara ini terkenal dengan jam raksasa di puncaknya dan lokasinya yang menghadap Masjidil Haram. Bangunan ini berfungsi sebagai hotel dan fasilitas penunjang bagi jamaah haji dan umrah.

5. Ping An Finance Center

Gedung setinggi 599 meter ini berdiri di pusat distrik keuangan Shenzhen. Desainnya ramping dan modern, mencerminkan transformasi kota tersebut menjadi pusat inovasi dan teknologi.

6. Lotte World Tower

Menara setinggi 555 meter ini menjadi ikon Seoul. Dirancang sebagai pusat multifungsi, di dalamnya terdapat area ritel, perkantoran, hunian, serta dek observasi yang menjadi daya tarik wisata.

7. One World Trade Center

Berdiri setinggi 541 meter (1.776 kaki), angka tersebut merujuk pada tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Gedung ini menjadi simbol kebangkitan dan ketangguhan Kota New York.

8. Guangzhou CTF Finance Centre

Dengan ketinggian 530 meter, gedung ini dikenal sebagai “kota vertikal” karena menggabungkan kantor, hunian, dan hotel. Sistem lift berkecepatan tinggi menjadi salah satu keunggulannya.

9. Tianjin CTF Finance Centre

Menjulang 530 meter, menara ini memiliki desain kaca melengkung yang dirancang untuk meminimalkan hambatan angin sekaligus memaksimalkan efisiensi ruang interior.

10. CITIC Tower

Setinggi 528 meter, gedung yang dijuluki China Zun ini terinspirasi dari bejana tradisional Tiongkok. Bangunan ini kini menjadi yang tertinggi di Beijing dan simbol perpaduan tradisi serta teknologi modern.

Keberadaan gedung-gedung pencakar langit ini tidak hanya memperindah cakrawala kota, tetapi juga menunjukkan bagaimana inovasi teknik dan desain terus berkembang untuk menjawab tantangan pembangunan di era modern. (Syarifah Komalasari)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA