Taufiequrachman Ruki

Lahir: 18 Mei 1946 
Tempat: Rangkasbitung, Lebak, Jawa Barat

Taufiequrachman Ruki

Kembali turun gunung. Julukan itu tepat disematkan pada Irjen Pol. (Purn) Taufiequrachman Ruki. Pria kelahiran Lebak itu didapuk Presiden Joko Widodo kembali memimpin KPK menggantikan Abraham Samad yang diberhentikan sementara karena jadi tersangka. Ruki didampingi Indriyanto Seno Adji dan Johan Budi.

KPK bukan lembaga asing bagi Ruki. Lulusan terbaik Akademi Kepolisian 1971 ini terpilih menjadi Ketua KPK pada 16 Desember 2003. Ini kepemimpinan pertama hingga digantikan oleh Antasari Azhar pada 2007. Ruki meraih gelar sarjana hukum (S1) dari Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945, Jakarta, tahun 1987.

Karir di kepolisian diawali Ruki dengan menjabat Komandan Peleton Taruna Akpol (1970–1971), Perwira Staf Bagian Operasi Polwil Purwakarta (1971–1972) dan Perwira Seksi Reskrim Polres Karawang (1972-1974). Sebelum ditarik ke Polri, ia menjadi Wakil Kepala Kepolisian Resort Lampung Selatan (1982–1984).

Setelah itu, pada 1984–1985 ia ditarik menjadi Kepala Biro Reserse Asisten Operasi Kapolri. Tahun 1985–1986 menjadi Perwira Staf Pusat Komando dan Pengendalian Operasi Polri. Setelah itu, tahun 1986–1987 diangkat menjabat Kepala Bagian Operasi Sekretariat Deputi Operasi Kapolri dan tahun 1987–1989 Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Deputi Operasi Kapolri.

Pada 1989–1991, ia kembali menangangi wilayah dengan dipercaya menjabat Kepala Polres Cianjur dan tahun 1991 – 1992 Kepala Polres Tasikmalaya. Dari jabatan kapolres, tahun 1992 diangkat menjadi Sekretaris Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar. Kemudian tahun 1992–1997 menjabat Kepala Kepolisian Wilayah Malang. 

Sepanjang 1992-2001 ia menjadi politikus dengan menjadi anggota DPR dan MPR dari Fraksi TNI/Polri. Ia terpilih menjadi Ketua KPK melalui mekanisme pemungutan suara usai uji kepatutan dan kelayakan di Komisi II DPR. Bersama Ruki, terpilih pula Amien Sunaryadi, Sjahruddin Rasul, Tumpak Hatorangan Panggabean, dan Erry Riyana Hardjapamekas.

Penghargaan: Satya Lencana Kesetiaan VIII, XIV, XXIV dan Bintang Bhayangkara Narariya dan Pratama.

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

push notif

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif