Kivlan Zen

Tempat Lahir: Aceh

Tanggal Lahir: 24 Desember 1946

Kivlan Zen

Hanya butuh 18 bulan bagi Kivlan Zen muda untuk mendapat pangkat brigadir jenderal dari sebelumnya kolonel. Padahal, karier Kivlan sempat tersendat. Pangkat mayor sempat disandangnya selama enam tahun. Bahkan, dia harus menyandang pangkat letnan kolonel selama tujuh tahun karena bertugas di Timor Timur. 

Pangkat kolonel baru didapatnya pada 1994. Karier puncaknya adalah kepala Staf Komando Strategis TNI Angkatan Darat dengan pangkat mayor jenderal. Dia memimpin pasukan strategis itu di masa peralihan dari Orde Baru ke Orde Reformasi. Setelah itu, bintangnya meredup seiring berubahnya angin politik di Indonesia.

Mayjen (Purn) Kivlan Zen lahir di Langsa, Aceh, 24 Desember 1946. Ia lahir dari keluarga perantau Minangkabau. Kivlan memutuskan masuk Akademi Militer (Akmil) setelah lulus SMA pada 1965. Ia merupakan alumni Akmil angkatan 1971.

Semasa di TNI, ia memegang 20 jabatan berbeda sebelum memimpin Kostrad. Salah satu kiprahnya yang paling banyak dibicarakan setelah pensiun dari TNI adalah saat menjadi salah satu negosiator dalam membebaskan 18 warga negara Indonesia dari penyanderaan kelompok Abu Sayyaf di Filipina.

Kini Kivlan banyak bergelut di dunia politik. Terbaru, ia menjadi salah satu pendukung pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

push notif

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif