Hotma Sitompul

Pendiri sekaligus Pembina Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saroon.

Hotma Sitompul

Hotma P.D. Sitompul, S.H., M.Hum., merupakan pengacara kondang yang memiliki pengalaman mengabdi selama beberapa tahun (1977-1980) di LBH Jakarta, di bawah pimpinan DR. (Iur) Adnan Buyung Nasution, S.H.  Hotma Sitompul adalah pendiri sekaligus Pembina Lembaga Bantuan Hukum Mawar Saroon.

 

Dalam sepekan terakhir ini, Hotma mendapat sorotan publik lantaran ia membuat gebrakan di hari pertamanya bekerja sebagai pengacara Margriet C Megawe, ibu angkat Engeline. Ia menggugat Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) terkait pernyataan seputar kasus kematian Engeline.


Hotma mempertanyakan kinerja P2TP2A. Sebab P2TP2A membentuk opini seolah-olah Margriet bersalah pada kematian bocah berusia delapan tahun itu.


Hotma pun mengingatkan semua pihak agar berhati-hati seputar kasus pembunuhan tersebut. Bisa-bisa, katanya, pihak yang bersuara tanpa bukti akan menghadapi proses hukum.


Selain itu, Hotma pun berencana melaporkan anggota dewa Akbar Faisal ke Komisi Etik DPR RI. Hotma menilai Akbar Faisal membongkar rahasia penyidikan ke publik soal kasus pembunuhan Engeline.


Hotma akan mengadukan Akbar Faisal ke Badan Kehormatan DPR RI atas tindakannya menjenguk tersangka pembunuhan Engeline, Agus Tae Andamai.


Langkah Hotma ini ditentang para pengacara yang tergabung dalam Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) Bali. Hotma diminta untuk memerhatikan suasana kebatinan masyarakat Bali. Hotma yang kini jadi pengacara Margriet, ibu angkat Engeline, dinilai kerap melontarkan pernyataan yang mengganggu publik Bali. 


Kasus pembunuhan Engeline terkuak setelah pada Rabu 10 Juni 2015 polisi menemukan jenazah bocah usia delapan tahun itu ditemukan terkubur di dekat kandang ayam di belakang rumah ibu angkatnya di Jalan Sedap Malam, Denpasar, Bali. Padahal, tiga pekan sebelumnya, Margriet melaporkan kepada kepolisian bahwa Engeline hilang pada 16 Mei 2015 saat bermain di belakang rumahnya itu pada sekitar pukul 16.00 WITA.


Menurut polisi, jenazah bocah perempuan berwajah manis itu dikubur belakang kandang ayam. Kondisinya mengenaskan. Jasad bocah kelas 3 SD itu sudah membusuk. Hasil autopsi menunjukkan bahwa penyebab kematian Engeline karena benda tumpul di kepalanya. Terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh Engeline berupa memar pada wajah, leher, serta anggota tubuh baik di bagian atas dan bawah. Selain itu, pada leher ada garis lilitan plastik. 

Aktifkan notifikasi untuk mendapatkan berita terkini dari medcom.id Notifikasi dapat dimatikan kapanpun dari pengaturan browser

push notif

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif