Budi Waseso

Tanggal lahir: 19 Februari 1960

Tempat lahir: Pati, Jawa Tengah

Budi Waseso

Komisaris Jenderal Polisi Budi Waseso seorang perwira tinggi Polri yang melesat popularitasnya di tahun 2015 ini. Setelah menggantikan posisi Komjen Pol. Suhardi Alius sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Buwas, panggilan akrab Budi Waseso, mengubah citra Bareskrim menjadi gesit dalam menangani sejumlah kasus.
 
 
Sejak menjabat pada 16 Januari silam sampai 3 September, Buwas telah mengusut sejumlah kasus. Kasus-kasus berskala nasional mulai terkuak. Bahkan, gebrakan pria kelahiran lahir di Pati, 19 Februari 1960 tersebut mengungkap kasus yang menyeret Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka.
 
 
Seminggu setelah menjabat, penyidik Bareskrim menangkap Bambang Widjojanto terkait kasus sengketa pemilihan kepala daerah Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada 2010. Beberapa hari setelahnya, Abaraham Samad ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen. Barang buktinya adalah kartu keluarga, KTP, dan paspor milik Feriyani Lim. Tiga dokumen negara itu diduga palsu.
 
 
Selain itu, pada pertengahan Maret 2015 Bareskrim Polri juga menetapkan pejabat Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia di era pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu II, Denny Indrayana, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Payment Gateway di Kementerian Hukum dan HAM.
 
 
Awal September 2015, Waseso kembali disorot publik setelah beredar isu ia dicopot dari jabatan Kabareskrim Polri. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti akhirnya membenarkan adanya rotasi jabatan di Polri sehingga Waseso diberi kepercayaan menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sejak 3 September 2015. Sedangkan Komjen Anang Iskandar ditunjuk sebagai Kabareskrim, menggantikan Waseso.
 
 
Seperti diketahui, Waseso merupakan lulusan Akademi Kepolisian angkatan tahun 1984. Selain pernah menjadi Kabareskrim Polri, Waseso pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Propam Polda Jateng tahun 2009, Kepala Pusat Pengamanan Internal Mabes Polri tahun 2010,  Kepala Kepolisian Daerah Gorontalo tahun 2012, Widyaiswara Utama Sespim Polri tahun 2013, dan Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri tahun 2014.