medcom.id, Semarang: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo siap pensiun dari politik apabila Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan tidak menunjuknya lagi sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jateng 2018. Ia mengatakan, nasibnya saat ini tergantung keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri.
"Kalau
performance di mata partai tidak terlalu bagus, berarti yang lain bagus. Ganjar tidak usah, ganti baru," kata Ganjar di Semarang, Jawa Tengah, Kamis 22 Juni 2017.
Ganjar mengatakan, Megawati memiliki peran sentral dalam menentukan kandidat calon gubernur. Karenanya, setelah Idulfitri ia bakal meminta restu Megawati untuk bisa maju lagi di Pilgub Jateng 2018.
"Saya kira, kalau seluruh provinsi semua Bu Mega. Provinsi plus kabupaten atau kota penting. Kalau (Pilkada Jateng) ini pasti Bu Mega," jelas Ganjar.
(Baca: Ganjar Segera Minta Restu ke Megawati)
Terkait hasil survei Populi Center yang menyatakan namanya masih populer, Ganjar menilainya sebagai sesuatu yang wajar. Sebagai
incumbent, tingkat popularitas dirinya bisa dipastikan masih yang tertinggi di mata warga Jateng.
"Mungkin apa yang dilihat masyarakat hari-hari ini saya jadi wajar. Yang lain belum, karena belum ada yang
statement. Yang sudah statemen, tapi belum mendapat suara. Dugaan saya, karena sosialisasinya baru," ujar Ganjar.
(Baca: Survei Populi Center Sebut Ganjar Pranowo masih Populer)
Hasil survei baru, kata Ganjar, menjadi tolok ukur apabila kandidat-kandidat calon gubernur yang bakal bertarung di Pilkada Jateng sudah jelas. Ia belum bisa sesumbar paling populer karena hingga kini belum ada ketetapan siapa-siapa saja yang bakal maju di Pilgub Jateng.
"Untuk sekarang masih tes. Untuk sementara akan menjadi parameter, pertimbangan. Tapi, untuk menjadi sok, paling tinggi, ini belum," kata Ganjar.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((NIN))