Bawaslu Tindak 500 Kasus ASN tak Netral Saat Pilkada 2018

Faisal Abdalla 26 Juni 2018 03:08 WIB
pilkada 2018
Bawaslu Tindak 500 Kasus ASN tak Netral Saat Pilkada 2018
Ketua Badan Pengawas Pemilu Abhan. MI/Rommy Pujianto.
Jakarta:Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengaku telah menindak sejumlah laporan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diduga tak netral selama Pilkada serentak 2018. Jumlah laporan yang telah ditindaklanjuti Bawaslu mencapai 500 kasus. 

"Ada beberapa daerah yang cukup banyak. Ada 500-an pelanggaran ASN yang kami tindak lanjuti," kata Ketua Bawaslu Abhan usai menghadiri rapat koordinasi pengamanan Pilkada di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 25 Juni 2018. 


Abhan mengatakan beberapa kasus netralitas ASN yang masuk kategori pelanggaran pidana sudah ditindaklanjuti ke tahap penyidikan melalui Kepolisian dan sudah masuk tahap persidangan. Namun, sebagian besar kasus netralitas ASN yang lain dikategorikan sebagai pelanggaran adminisrasi. 

"Mekanisme Undang-undang sudah mengatur, bahwa kalau pelanggaran administrasi ASN, maka tindak lanjut adalah ke Komisi ASN (KASN)," imbuhnya. 

Dia menilai KASN sudah responsif menindaklanjuti pelanggaran administrasi terkait netralitas ASN saat Pilkada. KASN sudah menindaklanjuti pelanggaran tersebut ke Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di daerah masing-masing. 

"Tinggal eksekutornya ada di PPK masing-masing provinsi/kabupaten," tandas Abhan. 

Sementara itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengingatkan seluruh penyelenggara negara agar bersikap netral selama Pilkada. Ia juga meminta kepada ASN dan aparat keamanan mematuhi aturan main yang berlaku. 

"Kalau tertib, aman, tidak ada intimidasi maka hasilnya (Pilkada) jujur dan adil. Ini akan menghasilkan pilkada serentak yang sukses. Sukses dalam arti mampu menghasilkan pemimpin yang terbaik dari yang terbaik," pungkas Wiranto. 



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id