Benahi KBU, Emil akan Ciptakan Badan Koordinasi Bandung Raya
PAsangan calon Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rozhanul Ulum. ANT/M Agung Rajasa.
Depok:Calon Gubernur nomor urut 1 Jawa Barat Ridwan Kamil dicecar tentang masalah banjir di kawasan Bandung Utara. Pria yang akrab disapa Emil itu mengaku punya cara menyelesaikan masalah banjir di kawasan itu.

Adalah calon nomor urut 2 TB Hasanuddin yang menanyakan banjir di kawasan Bandung Utara (KBU) ini. Padahal, kata Hasan, KBU tak pernah banjir selama puluhan tahun.


"Saya ini bukan pemimpin malas, Pak. Saya ini pemimpin yang bekerja. Semua ikhtiar sudah dilakukan, dan itu Profesor ITB semua yang kerjakan, tapi sehebatnya engineering se-Kota Bandung kalau bukitnya tidak diurus tata ruangnya, sama aja bohong," kata Emil dalam debat Pilkada Jawa Barat 2018 di Balairung UI, Depok, Senin, 14 Mei 2018.

Lagi pula, KBU tak hanya miliki Kota Bandung. KBU merupakan juga bagian dari Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Emil pun memiliki batas kewenangan mengurus masalah banjir ini.

Untuk wilayahnya, Emil telah menolak sepuluh proposal pembangunan apartemen yang diterima Pemerintah Kota Bandung. Bahkan, Emil mengaku hampir digugat ke pengadilan karena penolakan itu.

"Itu komitmen saya ke Bandung Utara, (jadi) konsepnya gubernurlah yang harus mengkoordinasikan (penyelesaian banjir)," kata Emil.

Emil mengingatkan, pernah ada penyusunan Peraturan Presiden tentang Cekungan Bandung. Namun, perpres ini tak kunjung hadir setelah dibahas bertahun-tahun.

"Kalau saya jadi gubernur, yang saya kerjakan pertama adalah menciptakan badan regulasi mengkoordinasikan Bandung Raya, ada di perpresnya, tapi tidak hadir-hadir, sehingga koordinasi bisa dilakukan, dan KBU bisa diselamatkan," jelas Emil.



(DRI)