Jurus Deddy Mirwar-Dedi Mulyadi Atasi Kesenjangan Ekonomi di Jabar

Suci Sedya Utami 13 Maret 2018 10:32 WIB
kesenjangan sosial
Jurus Deddy Mirwar-Dedi Mulyadi Atasi Kesenjangan Ekonomi di Jabar
Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi berpose usai deklarasi menuju Pilgub Jabar di Sabuga, Kota Bandung, Selasa, 9 Januari 2018.
Jakarta:Tingkat kesenjangan atau gini ratio di wilayah Jawa Barat masih tinggi. Saat ini masih berada di level 0,393, lebih tinggi dibanding angka nasional yang sebesar 0,391.

Hal ini pun menjadi fokus pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut empat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi untuk membenahi apabila menang dalam Pilgub Jabar.


Dalam debat kandidat Pilgub Jabar, Senin malam, 12 Maret 2018, Deddy mengatakan, pihaknya memiliki cara mengatasai masalah kesenjangan di Jawa Barat yakni dengan memperkuat ekonominya. Dengan ekonomi yang diperkuat dan merata, dirinya yakin akan bisa memecahkan permasalahan kesenjangan.

Deddy bilang, dalam mendorong ekonomi, ada tiga faktor yang mempengaruhi yakni investasi, konsumsi dan ekspor. Salah satu yang menjadi concern yakni bagaimana meningkatkan investasi dengan membenahi perizinan.

"Investasi itu berhubungan dengan perizinan, sementara perizinan di daerah memakan waktu 600 hari. Jadi caranya bagaimana memangkas perizinan di daerah," kata Deddy.

Dia bilang, salah satu yang menjadi fokus yakni bagaimana menurunkan kesenjangan di Ibu Kota Jawa Barat, Bandung, yang angkanya masih di atas provinsi, 0,44.

Dalam kesempatan yang sama, calon gubernur nomor urut satu, Ridwan Kamil mengatakan ketika dirinya baru menjabat sebagai Wali Kota Bandung, tingkat kesenjangan di kota tersebut bahkan lebih tinggi yakni 0,48. Kang Emil sapaan akrabnya mengklaim bahwa dirinya berhasil menurunkan tingkat kesenjangan ke level 0,44.

Lebih jauh Emil mengatakan, tak dapat dipungkiri, semua daerah tentu mengalami ketimpangan. Besar kecilnya angka ketimpangan sangat dipengaruhi oleh berbagai ragam jenis pekerjaan yang tidak sama di berbagai daerah.

"Contohnya di Garut, Sumedang, mereka larinya ke Bandung. Jadi kuncinya, bagaimana meningkatkan ekonomi sehingga masyarakatnya enggak perlu hijrah dan ketimpangan bisa diatasi," jelas Emil.



(SCI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id