Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id
Ilustrasi Pilkada 2020. Medcom.id

KPU Kota Depok Berharap Debat Terbuka Paslon Meningkatkan Partisipasi Pemilih

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 27 Oktober 2020 17:07
Jakarta: Debat terbuka pasangan calon (paslon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok diharapkan berdampak pada partisipasi pemilih. Sebab, partisipasi pemilih di Kota Depok cukup rendah.
 
"Pada 2015 saja hanya 56,10 persen yang memilih," kata Komisioner KPU Kota Depok Mahadi Rahman Harahap di Kompleks Media Group, Kedoya, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Ketua Divisi Sosialisasi Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia (SDM) itu menyebut ada beberapa penyebab partisipasi masyarakat Kota Depok rendah. Di antaranya, tidak ada kewajiban menggunakan hak konstitusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mungkin (mengira) masyarakat merasa demokrasi ya terserah. Mau milih atau tidak ya terserah," tutur dia.
 
(Baca: KPU Kota Depok Tetapkan 1.229.362 Orang Masuk DPT)
 
Kondisi itu semakin diperburuk dengan pasangan calon (paslon) yang dianggap kurang menjual. Sehingga, ketertarikan pemilih semakin berkurang.
 
Warga Kota Depok juga dinilai lebih berorientasi dengan DKI Jakarta. "Bukan kedaerahan oriented," sebut dia.
 
KPU Kota Depok sangat berharap pada debat terbuka para paslon mengeluarkan visi, misi, dan program yang menarik. Sehingga, menjadi daya tarik pemilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) menggunakan hak konstitusinya pada 9 Desember 2020.
 
Selain itu, pemilih lebih mengenal program, visi, dan misi para paslon. Mahadi berharap pilihan yang diberikan atas dasar pertimbangan, bukan ikut-ikutan.
 
"Jadi tahu lah visi misinya, program kerja wali kota ke depan," ujar Mahadi.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif