Ilustrasi ASN. MI/Ramdani
Ilustrasi ASN. MI/Ramdani

ASN Dinilai Efektif Raup Suara untuk Cakada

Pilkada pilkada serentak ASN Pemilu Serentak 2020
Kautsar Widya Prabowo • 12 Oktober 2020 02:08
Jakarta: Pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) masih menjadi persoalan di daerah penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Kondisi itu dilatarbelakangi calon kepala daerah (cakada) petahana yang memanfaatkan kewenangannya.
 
"Paradigma cakada memanfaatkan gerbong ASN untuk meraup suara akan tetap terjadi karena dianggap efektif," ujar anggota Komisi II DPR Syamsul Luthfi kepada Medcom.id, Minggu, 11 Oktober 2020.
 
Cakada menggunakan ASN sebagai perpanjangan tangan untuk mempromosikan keberhasilan petahana kepada masyarakat. Apalagi situasi pandemi covid-19 saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masyarakat kita membutuhkan uluran bantuan," tutur dia.
 
Politikus NasDem itu menekankan pelanggaran netralitas ASN tak boleh terjadi terus menerus. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diminta bertindak tegas.
 
(Baca: 700 Lebih ASN Melanggar Netralitas di Pilkada 2020)
 
"Bawaslu harus tegas dan tidak pandang bulu untuk memproses pelanggaran yang terjadi," ujar dia.
 
Sebelumnya, Bawaslu kembali menemukan ratusan ASN terlibat dalam pelanggaran Pilkada Serentak 2020. ASN terbukti melakukan pelanggaran netralitas.
 
"Sudah lebih dari 700 ASN (pelanggaran netralitas)," ujar Anggota Bawaslu Rahmat Bagja.
 
Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin mengatakan pihaknya menemukan banyak pelanggaran kampanye di medsos. Pelanggaran dalam berbagai bentuk, seperti kampanye yang dilakukan ASN dan kepala desa di medsos, serta kampanye melalui akun yang tak terdaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi, kabupaten, atau kota.
 

(REN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif