Warga berbincang dengan Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka melalui virtual box, Minggu, 27 September 2020. Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Warga berbincang dengan Calon Wali Kota Solo dari Partai PDI Perjuangan Gibran Rakabuming Raka melalui virtual box, Minggu, 27 September 2020. Foto: Antara/Mohammad Ayudha

Bawaslu Soroti Rendahnya Tingkat Kampanye Daring

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 27 Oktober 2020 11:29
Jakarta: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyayangkan tingkat kampanye daring pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 masih rendah. Hanya 98 dari 715 pasangan calon (paslon) yang menggunakan metode sosialisasi visi, misi, dan program melalui platform media sosial (medsos) di 10 hari kedua masa kampanye, 6-15 Oktober 2020.
 
"Paslon di pilkada jarang sekali kampanye melalui daring," kata anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Oktober 2020.
 
Menurut dia, mayoritas paslon pilkada serentak lebih memilih kampanye tatap muka. Metode ini sejatinya dianggap rawan menyalahi aturan, salah satunya terkait ketentuan penerapan protokol kesehatan pencegahan virus korona (covid-19).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 menekankan soal protokol kesehatan. Jumlah peserta kampanye dibatasi hanya 50 orang, ada pengaturan jarak aman, dan wajib menggunakan masker.
 
Baca:Berbagai Persoalan DPT Hingga Pencabutan Ratusan Hak Pilih
 
"Tentu saja kampanye (tatap muka) seperti ini memungkinkan penyebaran covid-19 makin luas," ungkap dia.
 
Hal itu terbukti dari catatan panitia pengawas pemilu (panwaslu) di sejumlah daerah selama 6-15 Oktober 2020. Pelanggaran protokol kesehatan selama kegiatan tatap muka naik hingga 60 persen menjadi 375 kasus. Pada 10 hari pertama masa kampanye, 26 September sampai 5 Oktober 2020, hanya ada 237 pelanggaran.
 
Fritz menegaskan Bawaslu telah menindaklanjuti pelanggaran tersebut dengan menerbitkan 233 surat peringatan tertulis. Sementara itu, ada 35 kegiatan kampanye dibubarkan selama periode 6-15 Oktober 2020.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif