Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Infrastruktur Disebut Kurang Mendukung Kampanye Daring Pilkada 2020

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Cahya Mulyana • 16 Oktober 2020 16:04
Jakarta: Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat 4 persen kampanye daring dari total 3.471 kegiatan selama 20 hari kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Kekurangan infrastruktur disebut sebagai penyebab kampanye daring tak diminati.
 
"Memang harus diakui sarana daring tidak untuk semua daerah bisa berjalan lancar karena jaringan yang tidak merata. Di samping itu menyangkut kuota internet dari konstituen yang harus tersedia dan cukup (untuk kampanye virtual)," kata anggota Komisi II DPR Junimart Girsang kepada Media Indonesia, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Baca:KPU: Baru 4% Calon Kepala Daerah Manfaatkan Kampanye Daring

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia tak menutup mata, pasangan calon kepala daerah lebih leluasa melakukan kampanye tatap muka. Meski kegiatan itu dibatasi maksimal 50 peserta dan menjalankan protokol kesehatan.
 
Namun dia menegaskan kampanye daring menjadi pilihan paling tepat di tengah pandemi virus korona (covid-19). Untuk itu, diperlukan infrastruktur yang mendukung penuh.
 
"Ini menjadi kendala sehingga kampanye (virtual atau daring) dirasa tidak efektif," kata dia.
 
Sebanyak 3.471 kegiatan kampanye berlangsung sejak 26 September di 270 daerah yang menggelar Pilkada 2020. Dari jumlah kegiatan tersebut, hanya 212 atau 4 persen kampanye daring. Sementara itu, 3.259 atau 96 persen kampanye dilakukan secara tatap muka.
 
Sebanyak 3.462 atau 99,7 persen dari total kegiatan kampanye berlangsung dengan memperhatikan protokol kesehatan. Namun, 9 kegiatan tatap muka ditindak atau diberi rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) karena melanggar protokol kesehatan.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif