Ilustrasi. Pemutakhiran data pemilih pilkada. (Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko)
Ilustrasi. Pemutakhiran data pemilih pilkada. (Foto: ANTARA/Destyan Sujarwoko)

KPU Kediri Temukan 26.003 Data Pemilih Telah Meninggal

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Antara • 30 Juli 2020 08:07
Kediri: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menemukan 26.003 nama warga yang telah meninggal namun masih terdata sebagai pemilih usai dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit).
 
"Data yang masuk hingga Selasa, 28 Juli 2020, yang meninggal 26.003 orang. Kemendagri telah mengirimkan DP4 (daftar penduduk potensial pemilih pemilihan) ke KPU RI untuk disinkronkan dengan DPT Pemilu 2018. Karena sekarang sudah 2020, jadi data terus diverifikasi,’’ kata anggota Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Kabupaten Kediri Eka Wisnu Wardhana, Rabu, 29 Juli 2020.
 
Ia mengatakan, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) juga masih terus bekerja hingga kini. Selain telah mendapati data warga meninggal sebanyak 26.003 orang, juga terdata pemilih ganda hingga 2.273 orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian yang diketahui masih di bawah umur sebanyak 91 orang, pindah domisili sebanyak 3.637 orang, dan tidak dikenal 2.201 orang. Terdapat juga pemilih yang statusnya sebagai TNI sebanyak 98 orang, dan polisi 92 orang. Ada juga yang bukan merupakan warga setempat yakni 6.555 orang.
 
Baca juga:NasDem Belum Keluarkan Rekomendasi di 30 Daerah
 
Wisnu menambahkan, PPDP masih terus melakukan verifikasi jumlah penduduk di Kabupaten Kediri. Sesuai dengan jadwal, proses coklit akan diselenggarakan hingga 13 Agustus 2020. Sesuai dengan data yang masuk, jumlah pemilih di Kabupaten Kediri mencapai 1.308.864 orang.
 
"Kalau proses coklit sesuai dengan jadwal hingga 13 Agustus 2020. Namun, dengan hasil yang sekarang sudah cukup baik. Target kami satu pekan sebelum 13 Agustus proses coklit bisa selesai,’’ ujar dia.
 
Ia juga mengatakan, selama proses coklit ada beberapa evaluasi, misalnya, adanya warga yang melakukan isolasi mandiri karena covid-19. Untuk kasus tersebut, proses coklit bisa dilakukan lewat telepon seluler dengan video call, sehingga proses coklit bisa diselesaikan.
 
KPU, lanjut dia, juga sudah melengkapi petugas dengan berbagai macam alat pelindung diri (APD), yakni pelindung wajah, masker, hingga sarung tangan,guna mengantisipasi penularan covid-19. Termasuk melakukan persiapan dan sosialisasi terkait pendaftaran calon kepala daerah.
 
"Sesuai rencana, pendaftaran pasangan calon akan berlangsung pada 4-6 September 2020 dan penetapannya dilakukan pada 23 September 2020," jelasnya.
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif