Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar
Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini. Medcom.id/M Sholahadhin Azhar

Ruang Digital Kurang Laku untuk Kampanye Pilkada 2020

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Fachri Audhia Hafiez • 18 Oktober 2020 16:58
Jakarta: Penggunaan ruang digital dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 masih minim. Padahal di masa pandemi virus korona (covid-19) cara itu perlu dimaksimalkan.
 
"Transformasi kampanye secara virtual sudah terjadi namun belum signifikan atau optimal," kata pakar hukum pemilihan umum, Titi Anggraini, mencatat dalam webinar bertajuk 'Siap Siaga Menghadapi Pilkada di Tengah Pandemi', Minggu, 18 Oktober 2020.
 
Baca:Kampanye Daring Belum Terlalu Dilirik Paslon

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Titi, pasangan calon (Paslon) lebih menyukai kampanye secara fisik dengan metode pertemuan terbatas. Cara tersebut masih dianggap efektif untuk menjaring dukungan.
 
"Interaksi langsung secara fisik lebih diminati untuk memperkuat relasi pemilihan calon," ujar Titi.
 
Selain itu, akun media sosial para paslon untuk berinteraksi belum tersosialisasi dengan baik. Ia menduga hal ini dipengaruhi keterbatasan iklan media sosial yang hanya diizinkan selama 14 hari sebelum masa tenang.
 
"Penyebarluasan informasi akun media sosial para calon dan penyelenggara pemilihan untuk menjangkau pemilih secara virtual harus dilakukan lebih baik lagi," ucap anggota Dewan Pembina Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) ini.
 
Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyoroti minimnya penggunaan metode kampanye secara daring oleh paslon. Para paslon lebih menggandrungi metode kampanye menggunakan pertemuan terbatas.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif