NEWSTICKER
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi. (Foto: Medcom.id)

Pilkada Surabaya Tetap Digelar 23 September 2020

Pilkada Pemilu Serentak 2020
Antara • 22 Maret 2020 11:09
Surabaya: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya, Jawa Timur, akan tetap menggelar pemungutan suara Pilkada Surabaya 2020, pada 23 September. Meskipun ada sejumlah tahapan pilkada yang ditunda sebagai dampak mewabahnya virus korona.
 
"Menilik dua surat (KPU RI) yang ada, kemungkinan tetap 23 September 2020," kata Komisioner Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Surabaya, Soeprayitno, melansir Antara, Minggu, 22 Maret 2020.
 
Adapun dua surat yang dimaksud adalah Surat Keputusan KPU RI Nomor: 179/PL.02-Kpt/01/KPU/lII/2020 tentang Penundaan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 dalam Upaya Pencegahan Penyebaran COVID-19, dan Surat Edaran KPU RI Nomor 8 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Keputusan KPU Nomor: 179/PL.02-Kpt/01/KPU/lII/2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga:KPU Makassar Tunda Pelantikan PPS
 
Menurut dia, KPU Surabaya tetap mengacu pada surat keputusan itu, khususnya pada diktum kedua nomor 1 sampai 4 meliputi penundaan pelantikan panitia pemungutan suara (PPS), verifikasi syarat dukungan calon perseorangan, pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP), dan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.
 
"Terkait pelantikan PPS (Panitia Pemungutan Suara) yang mestinya dijadwalkan pada Minggu ini, ditunda tanpa batas waktu. Dengan langkah memberikan SK PPS melalui PPK (panitia pemilihan kecamatan)," sambung dia.
 
Selain itu, lanjut nya, KPU Surabaya juga mengacu Surat Edaran KPU Nomor 8 Tahun 2020 khususnya untuk poin 1-7 meliputi menunda pelaksanaan pelantikan PPS, menunda pelaksanaan verifikasi syarat dukungan calon perseorangan yang belum dilaksanakan, menunda pembentukan petugas PPDP, menunda pelaksanaan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.
 
"Menindaklanjuti keputusan itu dengan menerbitkan keputusan penetapan penundaan, setelah didahului koordinasi dengan Bawaslu setempat dan pihak-pihak terkait, dan melaporkan pelaksanaan keputusan penundaan kepada KPU RI dan KPU kabupaten/kota, serta KPU provinsi," pungkasnya.
 
Baca juga:Gibran Setop Blusukan
 

(MEL)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif